nasional

Prabowo Sebut Tak Takut pada Pasar Modal dan Tetap Optimis karena Yakin Indonesia Punya Kekuatan Sendiri

Rabu, 9 April 2025 | 07:37 WIB
Presiden Prabowo saat konferensi pers usai rapat kabinet di Istana Merdeka, Senin, 17 Februari 2025. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Mediapriangan.com - Indonesia sempat dibuat kalang kabut saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada 18 Maret 2025.

Di momen tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan harus membekukan perdagangan bursa sementera atau yang disebut dengan trading halt.

Pembekuan bursa tersebut setelah indeks IHSG merosot hingga 5 persen.

Baca Juga: ASN Boleh WFA 8 April 2025, Menhub Apresiasi Langkah Kementerian PANRB Atasi Kemacetan Arus Balik Lebaran 2025

Merespon turunnya pasar modal, Presiden Prabowo blak-blakan mengungkapkan tak takut dan optimis dengan kekuatan Indonesia.

“Pasar modal itu adalah pasar ya pasar saham itu dipengaruhi oleh mekanisme pasar, kadang-kadang naik, kadang-kadang turun, iya kan?” ujar Prabowo, mengutip dari interview bersama 7 pemimpin media massa nasional di Hambalang yang diunggah di kanal YouTube Najwa Shihab pada Senin, 7 April 2025.

“Orang yang masuk pasar saham dia itu cari untung secepat-cepatnya,” tambahnya.

Baca Juga: Dapat Izin dari Menteri PANRB, ASN Masih Boleh WFA pada 8 April 2025 Asal Perhatikan Dua Hal Penting Ini

“Ini kalau kita bedakan dengan direct investment bedanya adalah saham cari untung cepat kalau ini, direct investment, dia punya rencana ‘saya bikin pabrik, bahan bakunya ini’,” ucap Prabowo lagi.

“Bahan baku bauksit lah, nikel lah, bahan baku batu bara lah. Ini bahan baku, ini pabrik, ini distribusi, marketing, ini untung saya 5 tahun, 10 tahun, 30 tahun. Jadi kita bedakan,” jelasnya menambahkan.

Prabowo kemudian mengklaim kalau Indonesia memiliki fundamental yang kuat.

Baca Juga: PDIP Rencanakan Undang Prabowo ke Kongres Partai, Sinyal Positif Kerja Sama Politik Mulai Terlihat Jelas

Ia mengatakan bahwa apa yang terjadi di pasar saham, kemudian akan melakukan investasi.

“Orang selalu bicara kalau pasar saham jatuh, kalau pasar saham naik orang diem, iya kan?” tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini