nasional

Menperin Bongkar Strategi RI, Sektor Manufaktur Tahan Guncangan Tarif Trump dan Arab Saudi Tertarik Kerja Sama

Rabu, 16 April 2025 | 20:05 WIB
Potret Menteri Perindustrian (Menperin) RI, Agus Gumiwang (kanan) saat bersama Menteri Industri dan Sumber Daya Mineral Kerajaan Arab Saudi, (kiri). (Instagram.com/@agusgumiwangk)

Mediapriangan.com - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang mengungkap adanya pembahasan kerja sama industri antara RI dengan Arab Saudi.

Hal itu terkait imbas kebijakan tarif balasan atau resiprokal Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump ke sejumlah negara, termasuk ke Indonesia dan Arab Saudi.

Agus menjelaskan, kini Arab Saudi tertarik dengan industrialisasi yang dijalankan Indonesia.

Baca Juga: Tarif Trump Dinilai Bikin Pasar Global Bergejolak, Menperin Bongkar Duet Dagang RI dan Arab Saudi Senilai Rp55 T di 2024

Menperin menuturkan, negara asal Timur Tengah itu baru memulai program itu sementara RI telah mengembangkan industri dalam negeri selama berpuluh-puluh tahun yang lalu.

Agus menambahkan, hal itu juga mendapatkan sorotan khusus dari Menteri Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi, Bandar Al-Khorayef saat melawat ke kantor Kemenperin RI pada Rabu, 16 April 2025.

"Itu bisa dijadikan model bagaimana Indonesia dalam pengalaman berpuluh-puluh tahun ini membangun industri manufakturnya," terang Agus di gedung Kemenperin, Jakarta, pada Rabu, 16 April 2025.

Baca Juga: Kisruh Tunggakan Mitra MBG: Sudah Ajak Yayasan MBN Selesaikan Damai, tapi Akhirnya Tempuh Jalur Hukum

"Ini yang tadi juga dibicarakan oleh pihak Saudi," ungkapnya.

Terkait hal itu, Agus kemudian menyebut adanya potensi kerja sama RI-Saudi di sektor petrokimia.

Di sisi lain, Menperin menyebut RI memang tengah membutuhkan hilirisasi sektor petrokimia untuk mendukung industri turunannya.

Baca Juga: Mitra Dapur MBG Protes! Harga Tiap Porsi Dipotong Sepihak oleh Yayasan MBN, Tak Sesuai Kontrak Awal Pelaksanaan

"Petrochemical itu merupakan mother of all industry sekarang di luar logam, dan Arab Saudi mempunyai kekuatan untuk bekerja sama dengan kita," sebut Agus.

"Tapi juga Arab Saudi bisa bekerja sama dengan kita bagaimana untuk bisa menjadi pemain dunia dalam konteks pengembangan mineral, hilirisasi dari mineral, di mana tentu Indonesia cukup advanced," pungkasnya.***

Tags

Terkini