nasional

Monas Digeruduk Ribuan Buruh di May Day 2025, Mensesneg Tegaskan Negara Wajib Fasilitasi 6 Tuntutan Besar

Kamis, 1 Mei 2025 | 14:58 WIB
Potret Prasetyo Hadi saat melakukan rapat koordinasi Rencana Pembangunan Sekolah Rakyat yang diunggah di Instagramnya pada 14 April 2025. (Instagram/prsetyo_hadi28)

Mediapriangan.com - Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Selatan menjadi pusat aksi para pekerja di Hari Buruh Internasional 2025 atau May Day.

Setidaknya, kurang lebih 200 ribu pekerja dari berbagai serikat pekerja turun ke jalan untuk menyampaikan tuntutan dan aspirasinya.

Di momen ini, tampak hadir Mensesneg Prasetyo Hadi yang mengungkapkan bahwa ada peran negara yang terlibat di dalamnya.

Baca Juga: Tunjangan Guru ASN Daerah 2025 Capai Rp66,92 Triliun, Kemenkeu Ungkap Rincian Penyaluran per Provinsi dan Mekanismenya

“Kami pemerintah, bagaimana kami memfasilitasi saya kira, pertama itu sudah menjadi kewajiban teman-teman konfederasi yang ingin merayakan peringatan Hari Buruh Internasional,” kata Prasetyo di Kawasan Monas kepada media pada hari Kamis, 1 Mei 2025.

“Yang kedua, ini bagian dari semangat kebersamaan kita dalam menghadapi gejolak geopolitik, geoekonomi dunia, di dalam negeri kita harus bersatu, harus rukun,” tambahnya.

Prasetyo mengatakan ada banyak sektor usaha yang saling berkaitan pada satu sama lain dengan pemerintah.

Baca Juga: Target 82,9 Juta Penerima Makan Bergizi Gratis di 2025, Kemenkeu Siapkan Rp171 Triliun Sesuai Instruksi Prabowo

“Perizinan kami bantu, pengin peringatan di Monas karena juga tidak melanggar undang-undang, kami fasilitasi,” tandasnya.

Dalam aksi Hari Buruh ini, ada 6 tuntutan yang diajukan kepada pemerintah, yakni:

1. Mewujudkan upah yang layak

2. Merevisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

Baca Juga: Pemerintah Telah Salurkan Rp2,3 Triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis, Kemenkeu Ungkap 3,26 Juta Penerima Manfaat

3. Mendesak pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT)

Halaman:

Tags

Terkini