nasional

Tuai Pro Kontra soal Gaji dan Obesitas, Ini Respons Menkes Budi Gunadi yang Bikin Warganet Makin Heboh

Selasa, 27 Mei 2025 | 10:53 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin. (Instagram.com/@bgsadikin)

Mediapriangan.com - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, kembali angkat suara mengenai pernyataan-pernyataannya yang sempat menghebohkan ruang digital Tanah Air.

Beberapa waktu lalu, sejumlah ucapan Budi Gunadi terkait gaji dan obesitas menuai beragam reaksi dari warganet hingga ramai diperbincangkan di media sosial.

Salah satu pernyataan Budi Gunadi yang menyulut diskusi publik ialah soal keterkaitan pendapatan masyarakat dengan kondisi kesehatan.

Baca Juga: Usulan Pensiun ASN hingga 70 Tahun Jadi Sorotan, Puan Maharani Ingatkan Dampaknya terhadap APBN dan Kinerja Negara

Dalam sebuah pernyataan terdahulu, Budi menyampaikan bahwa gaji rata-rata Rp15 juta per bulan merupakan syarat bagi suatu negara untuk bisa masuk kategori negara maju.

Menurutnya, angka tersebut bukan sekadar acuan ekonomi, tapi juga erat kaitannya dengan tingkat kesehatan masyarakat.

Namun, pernyataan ini lantas menuai kritik karena dinilai tidak realistis jika dibandingkan dengan rata-rata penghasilan masyarakat Indonesia yang masih berada di kisaran Rp5 juta.

Baca Juga: Ledakan Amunisi di Garut Tewaskan 13 Orang, TNI Soroti Dugaan Kelalaian Kepala Gudang yang Libatkan Sipil

Menanggapi kembali isu tersebut, Budi memberikan klarifikasi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI pada Senin, 26 Mei 2025. Ia menyatakan bahwa yang dimaksud adalah kriteria negara maju menurut standar Bank Dunia.

"Untuk jadi negara maju kita harus rata-rata pendapatan Rp 15 juta, dan kita harus mengangkat bersama-sama kan untuk jadi negara maju, untuk bisa jadi ke sana masyarakatnya harus sehat," kata Budi di hadapan anggota dewan.

Meski sudah meluruskan maksud ucapannya, Menkes Budi mengakui bahwa potongan-potongan dari pernyataannya yang tersebar di media sosial telah menimbulkan kegaduhan.

Baca Juga: Airlangga Umumkan Diskon Listrik 50 Persen Mulai 5 Juni 2025, Bahlil Lahadalia Mengaku Belum Terima Laporan Resminya

"Apa yang saya omongin sekarang salah semua, padahal niatnya sebenarnya baik," ungkap Budi dengan nada kecewa.

Ia menambahkan bahwa saat ini banyak pernyataannya dipotong-potong dan disebarluaskan di luar konteks.

Halaman:

Tags

Terkini