Mediapriangan.com - Kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Candi Borobudur pada Kamis, 29 Mei 2025, menarik perhatian publik, terutama saat ia tampak mencoba merogoh arca Buddha di dalam stupa, sebuah aksi yang dikenal sebagai Kunto Bimo.
Didampingi Presiden Prabowo Subianto, Macron datang ke Borobudur sebagai bagian dari agenda diplomasi budaya antara Indonesia dan Prancis.
Dalam unggahan resmi Sekretariat Kabinet, Macron terlihat bersama Ibu Negara Brigitte Macron serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di salah satu stupa candi, mencoba melakukan aksi menyentuh arca.
Kunto Bimo sendiri merupakan sebuah mitos yang sudah lama dikenal di kalangan pengunjung Borobudur.
Tradisi ini dipercaya dapat membawa keberuntungan bagi siapa pun yang berhasil menyentuh arca Buddha tersembunyi dalam stupa.
Aturannya pun berbeda berdasarkan gender; pria disebut harus menyentuh jari manis atau kelingking, sementara wanita dianjurkan menyentuh telapak kaki atau tumit.
Namun, meskipun populer, praktik Kunto Bimo kini sudah tidak diperbolehkan.
Larangan ini diberlakukan oleh pihak Konservasi Borobudur demi menjaga keutuhan dan kesakralan situs yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia sejak 1991.
Pihak konservasi menyebutkan bahwa tindakan merogoh stupa, apalagi dengan menaikkan kaki ke struktur candi, dinilai tidak pantas dari sisi toleransi keagamaan maupun konservasi bangunan.
“Mitos ini (Kunto Bimo) sekarang menjadi masalah pelestarian Candi Borobudur,” demikian pernyataan dalam video edukasi yang diunggah akun TikTok Konservasi Borobudur pada tahun 2022 dan kembali menjadi sorotan pada Sabtu, 31 Mei 2025.