nasional

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu Bantah Kerusakan Lingkungan di Pulau Gag Akibat Tambang Nikel, Ini Faktanya

Minggu, 8 Juni 2025 | 08:32 WIB
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu membantah kerusakan lingkungan di Pulau Gag akibat tambang nikel. (Instagram/elisa.kambu_official)

Mediapriangan.com - Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, secara tegas membantah kabar kerusakan lingkungan yang dikaitkan dengan aktivitas tambang nikel PT Gag Nikel di Pulau Gag, Raja Ampat.

Pernyataan ini disampaikan usai kunjungan lapangan bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada Sabtu, 7 Juni 2025. Elisa menegaskan kondisi sebenarnya di Pulau Gag jauh berbeda dari video viral yang beredar.

“Tadi kita sampai Pulau Gag, dari video yang rame itu kan, laut itu kan coklat, ya. Tapi tadi ke sana biru (air laut),” ujar Gubernur Elisa kepada awak media.

Baca Juga: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Lokasi Tambang Nikel Raja Ampat Jauh dari Area Wisata Populer

Ia juga menjelaskan bahwa aktivitas pertambangan di lokasi itu sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku. Selain eksplorasi, perusahaan pun sudah menjalankan reboisasi dan reklamasi sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan.

“Kerjanya dia (perusahaan) sudah eksplorasi, sudah direboisasi sampai reklamasi. Kewajiban itu sudah dipenuhi,” jelasnya.

Elisa Kambu menegaskan bahwa tuduhan kerusakan lingkungan yang selama ini beredar tidak berdasar dan lebih tepat disebut hoaks. Ia menduga video yang viral bukan berasal dari Pulau Gag.

Baca Juga: Polemik Tambang Raja Ampat Makin Panas, Komisi III DPR Desak Aparat Usut Dugaan Pelanggaran Tanpa Pandang Bulu

“Jadi, pemberitaan itu adalah hoaks. Kita pastikan video itu bukan dari Pulau Gag, mungkin dari tempat lain. Mereka ambil di mana kita tidak tahu,” katanya.

Dengan pernyataan tersebut, Gubernur Elisa mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi dan memastikan sumber berita sebelum menyebarkannya.

Pulau Gag sendiri terus diawasi agar kegiatan pertambangan berjalan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan dan masyarakat adat yang tinggal di sekitarnya.***

Tags

Terkini