Mediapriangan.com - Polemik soal pembagian anggaran pembangunan Giant Sea Wall antara pemerintah pusat dan daerah akhirnya mulai menemukan titik terang.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan kesiapan untuk turut serta dalam pendanaan proyek infrastruktur besar tersebut, usai Presiden RI Prabowo Subianto menyuarakan harapannya agar Pemprov DKI ikut patungan.
Isu ini sempat ramai diperbincangkan publik, khususnya setelah Presiden Prabowo menyinggung ketidakhadiran Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam acara penutupan konferensi infrastruktur ICI 2025.
Di forum tersebut, Prabowo menyampaikan keinginan pemerintah pusat untuk melibatkan DKI Jakarta dalam pendanaan proyek tanggul laut raksasa yang dikenal dengan Giant Sea Wall.
Tanggapan resmi pun akhirnya muncul dari Pemprov DKI melalui Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur, Chico Hakim.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan mengikuti arahan pemerintah pusat dan siap terlibat dalam mendukung pembangunan mega proyek tersebut.
Chico juga menyebutkan bahwa Gubernur Pramono Anung telah melakukan komunikasi langsung maupun melalui utusan dengan pihak pemerintah pusat, dan telah menyampaikan komitmennya untuk mendukung pembangunan Giant Sea Wall.
Momen Prabowo saat menyebutkan absennya Pramono di forum ICI 2025 sempat menjadi sorotan publik. Presiden bahkan secara terbuka meminta agar alasan ketidakhadiran Gubernur DKI diselidiki.
Namun demikian, Prabowo mengaku telah melakukan komunikasi dengan Pramono beberapa hari sebelumnya, dan mendapatkan kepastian dukungan dari pemerintah provinsi.
Menurut Prabowo, dengan besarnya anggaran APBD DKI Jakarta, kontribusi terhadap proyek yang berperan penting dalam menjaga ibu kota dari ancaman banjir rob dan naiknya permukaan air laut ini sangat diharapkan.
Langkah Pemprov DKI yang menyatakan kesiapannya ini menjadi angin segar bagi kelanjutan proyek Giant Sea Wall, yang telah lama digagas namun kerap tersendat karena masalah pendanaan dan koordinasi antarlembaga.***