nasional

Gempa M6,0 Guncang Poso, 29 Warga Terluka dan Gereja Jemaat Elim Rusak Parah

Senin, 18 Agustus 2025 | 08:12 WIB
Tangkapan layar kondisi pascagempa M6.0 yang mengguncang wilayah Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah (bnpb.go.id)

Mediapriangan.com - Guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 yang melanda Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Minggu 17 Agustus 2025, menimbulkan kepanikan warga sekaligus kerusakan pada fasilitas ibadah.

Salah satu bangunan terdampak adalah Gereja Jemaat Elim yang berada di Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir. Gereja ini selama ini menjadi pusat ibadah dan kegiatan warga setempat.

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Poso, sebanyak 29 orang mengalami luka-luka akibat gempa.

Baca Juga: Galatasaray Ajukan Tawaran Rp189 Miliar untuk Ederson, Donnarumma Disebut Siap Merapat ke Manchester City

Dari jumlah tersebut, 13 orang harus dirujuk ke RSUD Poso dengan dua di antaranya dalam kondisi kritis. Enam korban lainnya masih mendapat perawatan di Puskesmas Tokorondo.

“Gempa dirasakan sangat kuat selama kurang lebih 15 detik. Warga berhamburan keluar rumah, dan beberapa di antaranya mengalami luka saat berusaha menyelamatkan diri,” ungkap pihak BPBD dalam laporan resmi.

Kerusakan gereja menambah duka masyarakat Desa Masani yang kini harus menghadapi beban psikologis di tengah situasi darurat.

Baca Juga: Megawati Hangestri Tiba di Turki, Resmi Perkuat Manisa BBSK untuk Liga Voli Kadinlar 1 Ligi 2025-2026

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menegaskan pihaknya telah menurunkan tim untuk mempercepat penanganan. “Analisa betul kondisi di sana. Kita segera masuk ke sana,” ujarnya.

Saat ini kebutuhan utama warga meliputi tenda darurat, obat-obatan, serta dukungan logistik lainnya.

BPBD bersama aparat masih melakukan pendataan terhadap jumlah pengungsi maupun kerusakan bangunan.

Baca Juga: Basuki Hadimuljono Pimpin Upacara HUT RI ke-80 di IKN, Suasana Khidmat Penuh Nuansa Adat Nusantara

BNPB juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan hanya mempercayai informasi dari BMKG, BPBD, maupun BNPB.***

Tags

Terkini