Dalam sambutannya saat peluncuran Kopdes Merah Putih, Prabowo mengingatkan pentingnya menghindari praktik-praktik lama yang pernah mencederai semangat koperasi.
Budi menyoroti masa lalu ketika Koperasi Unit Desa (KUD) justru kerap dijadikan alat mencari keuntungan sepihak.
“Dulu ada plesetan, waktu Orde Baru juga dibentuk KUD, tapi akhirnya diplesetin, KUD singkatan Ketua Untung Duluan. Dan ini tidak boleh terjadi,” ujar Prabowo tegas.
Ia pun berbagi pengalamannya dalam membangun koperasi di lingkungan militer. Presiden menyoroti kondisi ironis di masa lalu, ketika pengurus koperasi menikmati kemewahan pribadi, sementara kesejahteraan anggota diabaikan.
Namun, Prabowo optimistis bahwa praktik semacam itu kini tidak lagi terjadi di tubuh TNI.
“Saya yakin, di bawah Panglima TNI sudah nggak seperti itu ya Pak Subiyanto? Sudah nggak ada kan di TNI? Bagus. Kalau saya cek ada, bagaimana?” ujar Prabowo sambil disambut tawa para hadirin.
Program Kopdes Merah Putih diharapkan menjadi tumpuan baru dalam memperkuat ekonomi desa berbasis gotong royong, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari akar rumput.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan jajaran kementerian, koperasi diyakini mampu kembali menjadi motor penggerak kesejahteraan rakyat Indonesia.***