Peristiwa penjarahan tersebut disebut meninggalkan luka mendalam bagi Sri Mulyani, mengingat dirinya dikenal luas sebagai pejabat dengan rekam jejak bersih dan berintegritas.
Mahfud menduga lemahnya pengamanan rumah Sri Mulyani terjadi karena aparat tak menganggapnya sebagai target utama.
“Mungkin karena dianggap bersih, jadi enggak diprediksi akan jadi sasaran. Ternyata salah,” jelas Mahfud.
Selain membahas curhatan Sri Mulyani, Mahfud juga memprediksi reshuffle kabinet belum berakhir.
“Saya meyakini reshuffle ini akan berlanjut sekurang-kurangnya nanti sekali lagi di bulan Oktober, setahun masa jabatan Presiden Prabowo. Sekarang kan baru 10 bulan,” tutupnya.***