nasional

Pemerintah Batalkan Visa, 6 Atlet Israel Gagal Berlaga di Kejuaraan Dunia Senam 2025 Usai Gelombang Penolakan

Sabtu, 11 Oktober 2025 | 14:28 WIB
Pemerintah Indonesia resmi membatalkan visa enam atlet Israel yang akan tampil di Kejuaraan Dunia Senam. (Dok Kemenpora)

Mediapriangan.com - Pemerintah Indonesia resmi membatalkan visa enam atlet Israel yang sebelumnya dijadwalkan tampil dalam ajang Artistic Gymnastics World Championship 2025. Keputusan ini membuat kontingen Israel dipastikan absen dari kejuaraan dunia senam yang akan berlangsung di Jakarta pada 19–25 Oktober 2025.

Ketua Federasi Gimnastik Indonesia sekaligus Ketua Umum PB Persatuan Senam Indonesia (Persani), Ita Yuliati, mengonfirmasi kepastian absennya kontingen Israel tersebut.

“Mereka (atlet Israel) dipastikan tidak akan hadir karena visa juga sudah dibatalkan. Federasi Senam Internasional (FIG) sudah menyatakan kepada kami pagi ini bahwa Israel tidak hadir,” ujarnya dalam konferensi pers di Indonesia Arena, Jumat 10 Oktober 2025.

Baca Juga: Gelombang Penolakan Atlet Israel ke Indonesia Makin Meluas, PDI-P hingga Gubernur DKI Jakarta Minta Visa Dicabut

Ita menegaskan, absennya kontingen Israel tidak akan berimbas pada sanksi diskualifikasi bagi Indonesia. Hal ini karena kejuaraan dunia tahun ini bukan merupakan ajang kualifikasi Olimpiade.

“World Championship yang jadi kualifikasi Olimpiade baru digelar tahun depan di Belanda,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, pihak Indonesia tidak memiliki kewenangan dalam menentukan peserta kejuaraan.

“Gymnastic Indonesia tidak pernah mengundang (atlet Israel), kami hanya penyelenggara teknis. Semua peserta ditetapkan oleh FIG,” tegasnya.

Baca Juga: Garuda Belum Patah Sayap! Meski Tumbang dari Arab Saudi, Masih Ada 2 Skenario Menuju Piala Dunia 2026

Adapun enam atlet Israel yang batal hadir adalah Eyal Indig, Artem Dolgopyat, Ron Pyatov, Lihie Raz, Roni Shamay, dan Yali Shoshani.

Tekanan Publik dan Sikap Politik Luar Negeri

Keputusan pembatalan visa ini tak lepas dari dorongan publik, termasuk desakan dari Komisi I DPR RI. Wakil Ketua Komisi I, Sukamta, menegaskan bahwa pemerintah perlu menunjukkan sikap politik luar negeri Indonesia yang berpihak pada kemanusiaan dan menolak segala bentuk penjajahan.

“Olahraga itu ajang promosi dan diplomasi. Pelaku genosida yang sangat barbar seperti Israel tidak perlu diberi panggung untuk promosi negaranya,” ujarnya, Rabu 8 Oktober 2025.

Baca Juga: Pemerintah Turun Tangan! Ponpes Al Khoziny Akan Dibangun Ulang Pakai APBN, Menag Akui Minimnya Anggaran Pesantren

Halaman:

Tags

Terkini