Sukamta mengingatkan bahwa sikap Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina merupakan prinsip konsisten sejak awal berdirinya negara ini.
Dalam sejarah, Indonesia juga pernah menolak bertanding melawan Israel pada kualifikasi Piala Dunia 1958 serta tidak memberi visa kepada delegasi Israel saat Asian Games 1962.
Pada 2023, FIFA bahkan mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 akibat gelombang penolakan terhadap kehadiran tim nasional Israel.
Konsistensi di Tengah Krisis Kemanusiaan Gaza
Penolakan terhadap kehadiran atlet Israel juga dinilai sebagai bentuk solidaritas terhadap penderitaan rakyat Palestina di tengah agresi militer Israel di Gaza.
Berdasarkan data United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs, lebih dari 66 ribu warga Palestina tewas sejak Oktober 2023, mayoritas perempuan dan anak-anak.
“Dalam situasi genosida seperti ini, tidak pantas Indonesia menggelar kompetisi yang mengikutsertakan atlet Israel. Dunia bisa menilai kita tidak sensitif terhadap penderitaan rakyat Palestina,” ujar Sukamta.***