Rencana ini mencerminkan visi jangka panjang pemerintah untuk memperkuat transportasi antarpulau dan membuka akses ekonomi baru di daerah-daerah yang selama ini belum tersentuh jaringan rel modern.
Baca Juga: Desakan Anthony Budiawan ke KPK Soal Proyek Whoosh, Ungkap Dalang Mark Up dan 'Barang Busuk'
Bukti Komitmen terhadap Konektivitas Nasional
Dengan disetujuinya anggaran Rp5 triliun, proyek 30 rangkaian kereta baru bukan hanya akan menambah kapasitas angkut, tetapi juga menjadi simbol percepatan pembangunan infrastruktur nasional.
Kebijakan ini selaras dengan upaya memperluas pembangunan jalur kereta lintas wilayah, termasuk proyek Trans Sumatera Railway yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi di luar Jawa.
Melalui langkah-langkah konkret seperti ini, pemerintahan Prabowo Subianto menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan transportasi publik yang lebih cepat, modern, dan berpihak pada kepentingan rakyat banyak.***