nasional

Literasi Asuransi Digencarkan, IFG Dorong Mitigasi Risiko Nasional di Tengah Ancaman Bencana

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:35 WIB
Literasi asuransi yang digagas Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI) di Jakarta, Kamis 29 Januari 2026, dinilai IFG sebagai fondasi mitigasi risiko nasional dan penguatan ketahanan ekonomi masyarakat. (Dok. IFG)

Ketua Umum KUPASI, Azuarini Diah Parwati, menilai keterlibatan IFG menunjukkan keseriusan industri dalam membangun ekosistem literasi asuransi yang inklusif.

“Keterlibatan IFG dan anggota holding menunjukkan penguatan literasi asuransi menjadi agenda bersama industri. Kolaborasi ini penting untuk membangun pemahaman masyarakat tentang manajemen risiko secara berkelanjutan,” katanya.

Baca Juga: Forum Konsultasi Publik RKPD Digelar, Pemerintah Kabupaten Ciamis Matangkan Arah RKPD Kabupaten Ciamis 2027

Peran IFG dalam mitigasi risiko juga tercermin pada aktivitas operasional anggotanya. PT Asuransi Jasa Indonesia atau Jasindo, sebagai Ketua Konsorsium Asuransi Barang Milik Negara, memastikan perlindungan aset negara tetap berjalan meski sejumlah wilayah dilanda banjir dan tanah longsor.

Bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam sepekan terakhir berpotensi memengaruhi ribuan aset publik.

Data awal Konsorsium ABMN mencatat sebanyak 2.578 objek di 43 kabupaten dan kota berpotensi terdampak dengan nilai pertanggungan sekitar Rp3,78 triliun.

Baca Juga: Proliga 2026 Seri Gresik Memanas, Jakarta Livin Mandiri Siapkan Weronika Szlagowska sebagai Senjata Baru

Fakta ini menegaskan bahwa asuransi memiliki peran krusial dalam menjaga kesinambungan pengelolaan aset negara sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana.

Sebagai negara rawan bencana, Indonesia membutuhkan penguatan skema pembiayaan risiko yang terintegrasi.

IFG menilai literasi asuransi menjadi pintu masuk untuk mendorong mitigasi risiko yang lebih efektif, menjaga stabilitas ekonomi, dan membangun ketahanan risiko nasional yang kokoh.***

Halaman:

Tags

Terkini