Sebaliknya, ia menilai seng justru meningkatkan panas di dalam rumah. "Seng justru akan menambah panas, suhu di luar 35 derajat celsius, di dalam rumah bisa 45 derajat celsius," terangnya.
Baca Juga: Pasar Otomotif Awal 2026 Menguat, BYD Tancap Gas di SUV Listrik dan Kuasai EV Nasional
Selain seng, asbes juga menjadi perhatian dalam program ganti atap rumah wartawan ini. Dari sisi kekuatan dan kesehatan, material tersebut dinilai memiliki risiko.
"Kalau Asbes, itu kalau tersenggol atau kejatuhan buah mangga bisa patah," paparnya.
"Pada saat patah ataupun terkena gesekan, debu dari Asbes kalau kita hirup itu mengandung serat yang berbahaya dan bisa menyebabkan kanker," terang Sugiarto.
"Kalau Alduro tidak, karena dari hasil tes uv untuk 10 tahun pemakaian tidak ada masalah," tandasnya.
Baca Juga: Suzuki Fronx Unjuk Gigi di IIMS 2026, Manuver Ringkas dan Visibilitas Jadi Andalan Compact SUV
Menurut Sugiarto, meski hanya mencakup sebagian kecil struktur bangunan, atap berperan besar dalam menciptakan hunian sehat.
"Mengenai hasil nyaman atau tidak nyaman rumah tersebut, sangat ditentukan oleh atap," sebutnya.
"Jadi atap itu bagian terpenting yang menentukan kenyamanan sebuah rumah," tegas Sugiarto.***