JEPANG, Mediapriangan.com - Di tengah dinamika perbincangan soal kewarganegaraan dan nasionalisme, kisah WNI Sastia Prama Putri justru menuai apresiasi luas. Perempuan yang telah 21 tahun di Jepang itu menyatakan tetap bangga menggunakan paspor Indonesia meski telah lama berkarier di luar negeri.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu, 22 Februari 2026, WNI Sastia Prama Putri membagikan perjalanan hidupnya selama 21 tahun di Jepang.
Sastia Prama Putri menegaskan identitasnya sebagai warga negara Indonesia tidak pernah berubah, meskipun kesempatan untuk menetap sebagai warga negara lain terbuka.
"21 tahun di Jepang, bangga masih paspor Indonesia," tulis Sastia.
Baca Juga: Bupati Ciamis Herdiat Sunarya Hadiri Hari Jadi Kota Banjar ke-23, Serukan Kolaborasi Pembangunan
Pengalaman 21 tahun di Jepang tersebut juga diwarnai pencapaian akademik. WNI Sastia Prama Putri mengungkapkan dirinya pernah memperoleh beasiswa pemerintah Jepang untuk melanjutkan studi, tanpa kewajiban ikatan dinas.
"Tidak ada ikatan dinas, dan ketika studi dapat beasiswa penuh dari pemerintah Jepang," tambah Sastia.
Tak hanya berkarier, WNI Sastia Prama Putri turut membawa identitas Indonesia lewat inovasi pangan. Selama 21 tahun di Jepang, ia terlibat dalam upaya memperkenalkan tempe ke pasar yang lebih luas dan mendorong ekspor komoditas Indonesia.
"Membantu tempe mendunia lewat inovasi anak bangsa," terangnya.
Baca Juga: Tiga Bulan Pascabanjir, Desa Sulum Aceh Tamiang Terjebak Krisis Air Bersih dan Sanitasi
"Meningkatkan ekspor komoditas prioritas Indonesia ke Jepang," tambah Sastia.
Di bidang pendidikan, WNI Sastia Prama Putri juga berperan membimbing mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Jepang. Menurutnya, kontribusi tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab moral sebagai pemegang paspor Indonesia yang berkiprah di luar negeri.
"Mendidik puluhan mahasiswa Indonesia yang sudah dan akan kembali ke Tanah Air," ungkapnya.
Setelah 21 tahun di Jepang, ia menutup pesannya dengan ajakan sederhana namun kuat bagi sesama anak bangsa.