JAKARTA, Mediapriangan.com - Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia yang terus bergejolak, langkah Indonesia Financial Group untuk mempercepat transformasi IFG dan memperkuat konsolidasi asuransi nasional menjadi sorotan penting.
Bukan sekadar respons jangka pendek, strategi ini disusun sebagai pijakan jangka panjang menghadapi tekanan global yang semakin kompleks.
Momentum peringatan hari ulang tahun ke-6 IFG justru dimanfaatkan sebagai titik refleksi sekaligus akselerasi. Dalam forum tersebut, Direktur Utama Hexana Tri Sasongko menegaskan bahwa tantangan yang muncul tidak bisa dijawab dengan pendekatan biasa.
Baca Juga: Viral Dugaan Klinik Abaikan Pasien Lansia Sesak Napas, Keluarga Soroti Petugas Diduga Main Game
Industri asuransi dituntut bergerak lebih adaptif, sekaligus memperkuat fondasi bisnisnya secara menyeluruh.
“Tekanan global saat ini mendorong industri asuransi untuk tidak hanya adaptif, tetapi juga memperkuat fundamental bisnis, tata kelola, dan manajemen risiko secara berkelanjutan,” ujar Hexana.
Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Sepanjang 2025, transformasi IFG tetap berjalan dengan capaian yang terbilang solid. Pendapatan konsolidasi bahkan menyentuh sekitar Rp11,47 triliun, melampaui target yang ditetapkan.
Angka tersebut menjadi sinyal bahwa konsolidasi asuransi nasional yang tengah digagas mulai menunjukkan arah positif.
Baca Juga: Gila! Bursa Transfer Final Four Proliga 2026 Ubah Segalanya, Jakarta Pertamina Enduro Jadi Sorotan
Di balik capaian itu, ada kerja kolektif lintas entitas. Sinergi antar anggota holding—mulai dari Jasa Raharja, Jamkrindo, hingga Bahana TCW Investment Management—membentuk ekosistem yang semakin terintegrasi. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas kinerja di tengah tekanan global.
Namun, IFG tampaknya tidak ingin cepat berpuas diri. Capaian tersebut justru dijadikan batu loncatan untuk memperkuat transformasi IFG secara lebih dalam. Fokus berikutnya bukan hanya pada pertumbuhan, tetapi juga kualitas eksekusi bisnis, disiplin tata kelola, serta transparansi laporan keuangan.
“IFG terus memperkuat tata kelola, manajemen risiko, digitalisasi proses bisnis, serta kapabilitas organisasi sebagai fondasi utama untuk memastikan keberlanjutan kinerja di tengah tekanan yang ada,” lanjutnya.