JAKARTA, Mediapriangan.com - Pemanfaatan gawai sebagai modal utama dalam industri kreatif menjadi sorotan utama dalam agenda Content Creator Laboratorium yang berlangsung di Jakarta Timur.
Bertajuk BRI CoreLab 2026, kegiatan yang diinisiasi oleh Promedia Group ini menyambangi Kampus UNJ (Universitas Negeri Jakarta) pada Rabu, 13 Mei 2026, guna membedah potensi besar di balik layar media sosial.
Bertempat di Aula Bung Hatta, acara ini dirancang untuk mengubah pola pikir mahasiswa dari sekadar pengguna menjadi kreator konten yang berdampak.
Baca Juga: Strategi TikTok Indonesia Bareng Promedia: Aturan Ketat untuk Konten Berita dan Perlindungan Remaja
Melalui bincang inspiratif ini, para peserta diajak mendalami peran sebagai jurnalis warga yang mampu menangkap fenomena di sekitar mereka menjadi informasi yang bernilai.
Hadir sebagai narasumber utama, CEO Promedia Group Agus Sulistriyono menekankan bahwa adaptasi terhadap tren digital adalah kunci keberhasilan di masa depan. Ia menyoroti bagaimana media sosial kini mendominasi konsumsi informasi publik.
"Kami lebih menitikberatkan ke platform media sosial, sesuai dengan tren saat ini, media sosial menjadi salah satu platform yang sangat digemari bagi semua kalangan," kata Agus Sulistriyono di hadapan para mahasiswa.
Agus juga memberikan dorongan agar kesempatan belajar dalam BRI CoreLab 2026 ini dimaksimalkan untuk mengasah kemampuan teknis dan kreatif.
"Jadi kami harap acara di UNJ ini para mahasiswa lebih banyak belajar bagaimana membuat konten di platform media sosial," tambahnya.
Selaras dengan visi tersebut, Founder Jakarta Kolaborasi Terkini Network (JKTN) Media, Miko Susilo, memaparkan strategi praktis dalam memproduksi konten.
Menurutnya, menjadi seorang jurnalis warga tidaklah rumit selama konten yang dihasilkan bersinggungan langsung dengan realitas sosial.
"Kuncinya, coba buat konten-konten yang relate dengan kehidupan sehari-hari masyarakat," tuturnya.