JAKARTA, Mediapriangan.com - Di tengah perkembangan harga minyak dunia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah masih mengkaji penyesuaian harga sebelum mengambil keputusan resmi.
Pernyataan Bahlil tersebut muncul setelah publik menyoroti peluang penurunan BBM nonsubsidi, menyusul pergerakan harga minyak dunia yang sempat melemah dalam beberapa waktu terakhir.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa berbagai faktor tetap menjadi dasar dalam menentukan harga jual bahan bakar.
Baca Juga: Kasus Taufik Hidayat Disorot Menteri HAM, Natalius Pigai Tegaskan Tak Boleh Ada Restorative Justice
Selain perkembangan harga minyak dunia, pemerintah juga mempertimbangkan nilai tukar rupiah serta kondisi pasar energi internasional. Karena itu, keputusan mengenai BBM nonsubsidi untuk Juli 2026 belum diumumkan.
Saat ditemui di Kompleks Gedung DPR RI pada Senin, 29 Juni 2026, Bahlil meminta masyarakat menunggu keputusan resmi pemerintah.
"Kita lihat aja nanti," ucap Bahlil kepada awak media saat ditemui di kompleks Gedung DPR RI pada Senin, 29 Juni 2026.
Ia menegaskan bahwa penyesuaian BBM nonsubsidi selalu mengacu pada mekanisme yang mempertimbangkan harga minyak dunia serta kurs rupiah.
Menurut Bahlil, pemerintah juga telah menahan kenaikan harga ketika pasar minyak global mengalami lonjakan selama beberapa bulan terakhir. Karena itu, ia berharap masyarakat melihat kebijakan tersebut secara menyeluruh.
"Teman-teman juga harus fair dong. Pada saat harga minyak lagi naik, dua bulan lebih hampir tiga bulan kan enggak kita naikkan," ujar Bahlil.
"Masa baru naik dua minggu atau tiga minggu ya? Teman-teman sudah tanya itu. Kenapa waktu kemarin kok tidak tanya enggak diturunkan," lanjutnya sebelum pergi meninggalkan area gedung.