BANYUWANGI, Mediapriangan.com - Perubahan cara masyarakat mendapatkan informasi menjadi tantangan baru bagi perusahaan media. Kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence semakin mempercepat perubahan tersebut, sehingga media tidak lagi cukup mengandalkan satu kanal distribusi.
CEO Promedia Grup Agus Sulistriyono menilai perubahan itu justru harus dibaca sebagai peluang untuk memperluas jangkauan sekaligus memperkuat hubungan media dengan audiens.
Pandangan tersebut disampaikan Agus Sulistriyono ketika menjadi pemateri dalam workshop bertajuk "Menakar Peran Media dan Regulator dalam Investasi di Daerah" yang digelar bersamaan dengan pelantikan Pengurus Cabang Jaringan Media Siber Indonesia atau JMSI Banyuwangi di Hotel Santika, Kamis, 30 Juli 2026.
Baca Juga: Presiden Prabowo Dorong Atap Ramah Lingkungan, Promedia Grup Hadirkan Ganti Atap Rumah Wartawan
Dalam kesempatan itu, Agus Sulistriyono menjelaskan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap informasi tidak mengalami pengurangan. Yang berubah adalah kebiasaan audiens dalam mencari, memilih, dan mengonsumsi informasi.
Jika sebelumnya portal berita menjadi salah satu tujuan utama masyarakat ketika ingin memperoleh informasi, kini pola tersebut semakin beragam. Audiens beralih dan berpindah di antara berbagai platform, mulai dari TikTok, Instagram, Facebook, WhatsApp, YouTube, hingga layanan pencarian yang memanfaatkan teknologi AI.
Perubahan tersebut membuat Promedia Grup melihat pentingnya pengembangan ekosistem digital. Website tetap menjadi bagian penting dari distribusi berita, tetapi perusahaan media perlu memperluas kehadirannya melalui berbagai kanal yang digunakan masyarakat sehari-hari.
Bukan Lagi Sekadar Mengandalkan Website
Agus Sulistriyono memaparkan bahwa perubahan perilaku audiens harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan strategi bisnis media.
Menurut dia, perusahaan media perlu mengetahui bagaimana pembaca menghabiskan waktu di ruang digital. Durasi masyarakat mengakses berita melalui website kini berhadapan dengan waktu konsumsi media sosial dan video yang semakin besar.
Situasi tersebut menjadi alasan bagi media untuk tidak berhenti pada produksi artikel dan publikasi melalui situs berita. Konten perlu dikembangkan agar dapat hadir dalam berbagai format dan menjangkau audiens melalui kanal yang berbeda.
Bagi Agus Sulistriyono, ekosistem digital menjadi konsep penting dalam menghadapi perubahan tersebut. Ekosistem digital memungkinkan website, media sosial, platform video, kanal percakapan, dan teknologi AI saling mendukung dalam memperluas distribusi konten.
Strategi itu menjadi bagian dari arah pengembangan Promedia Grup dalam menghadapi perubahan industri media. Dengan pola distribusi yang lebih luas, konten jurnalistik tidak hanya bergantung pada pembaca yang secara langsung membuka website.
Artikel Terkait
Promedia dan TNI AD Bahas Kolaborasi Strategis, Dorong Publikasi Program Nasional hingga Daerah
Promedia Group dan ICCN Sepakati Kolaborasi, Ekonomi Kreatif Indonesia Didorong Mandiri hingga Daerah
Tinggalkan Asbes Berisiko Kanker, Program Kolaborasi SKI dan Promedia Group Sukses Hadirkan Hunian Sehat
Promedia Group Ajak Content Creator Gabung Mitra Influencer Media Network, Transformasi Akun Medsos Jadi Media Bisnis
Latih Mahasiswa Jadi Jurnalis Warga, Promedia Group Sukses Gelar BRI CoreLab 2026 di Kampus UNJ Jakarta
CEO Promedia Group Usul Reformulasi MBG, Libatkan UMKM dan Dapur Nusantara untuk Perkuat Ekonomi Daerah