Oleh karena itu, pada tanggal 1 Mei 1886, serikat buruh di Amerika Serikat melakukan aksi demonstrasi besar-besaran untuk menuntut pengurangan jam kerja menjadi 8 jam saja.
Para buruh juga melakukan pemogokan bersama dengan anak-anak dan istri mereka selama beberapa hari.
Namun, pada 3 Mei 1886, aksi unjuk rasa tersebut berubah menjadi anarkis karena pihak kepolisian dituding memihak kepada penguasa kapitalis dan menyerang buruh yang tengah menggelar aksi demokrasi di McCormick Reaper.
Pada 4 Mei 1886, pertemuan di alun-alun Haymarket, Chicago, Illinois, Amerika Serikat, terjadi bentrokan yang mengakibatkan tewasnya sejumlah petugas dan warga sipil.
Bahkan, sebuah bom meledak di antara barisan polisi di tengah kerusuhan tersebut. Namun, perjuangan para buruh tersebut akhirnya membuahkan hasil.
Pemerintah dan para pemilik usaha akhirnya memahami hak dan kewajiban para buruh.
Penetapan Hari Buruh
Pada tahun 1989, Federasi Internasional Kelompok Sosialis dan Serikat Pekerja menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional.
Hal ini sebagai bentuk peringatan peristiwa Haymarket di Amerika Serikat pada 1886 yang banyak menelan korban jiwa.
Hari Buruh di Indonesia
Di Indonesia, Hari Buruh sebenarnya telah diperingati sejak 1 Mei 1918 oleh Serikat Buruh Kung Tang Hwee.
Baca Juga: Daftar Hari Besar Nasional Bulan Mei 2023, Untuk Memperingati Peristiwa Bersejarah di Indonesia