Kemudian, (5) Istri pensiunan atau janda pegawai BUMN atau BUMD, (6) Istri kepala perwakilan Indonesia di luar negeri, (7) Istri perangkat pemerintah desa, (8) Istri TNI, (9) Istri POLRI, dan (10) Pensiunan PNS wanita.
Menjelang perayaan Hari Dharma Wanita Nasional 2023, berikut sejarah Dharma Wanita yang diperingati setiap 5 Agustus sebagaimana dilansir dari situs resmi Dharma Wanita.
Sejarah Peringatan Hari Dharma Wanita Nasional
Organisasi Dharma Wanita pertama kali berdiri pada tanggal 5 Agustus 1974, saat masa pemerintahan Orde Baru. Inisiatif pendirian organisasi ini berasal dari Ibu Negara, Ibu Tien Soeharto.
SebagaiKetua Dewan Pembina KORPRI, Amir Machmud mendirikan Dharma Wanita dengan anggotanya terdiri dari para istri Pegawai Republik Indonesia, Anggota ABRI, dan Pegawai BUMN.
Namun, pada tahun 1998, ketika Indonesia mengalami era Reformasi, Dharma Wanita mengalami perubahan mendasar.
Organisasi ini tidak lagi terpengaruh oleh politik pemerintah dan bertransformasi menjadi lembaga sosial kemasyarakatan yang independen, netral dari politik, dan berlandaskan prinsip-prinsip demokrasi.
Dalam proses transformasi tersebut, nama organisasi ini berubah menjadi "Dharma Wanita Persatuan," sebagai bentuk adaptasi dari nama Kabinet Persatuan Nasional yang dipimpin oleh Presiden Abdurrahman Wahid.
Perubahan dengan penambahan kata "Persatuan" ini, tidak hanya sebatas penamaan, melainkan juga mencakup penguatan mandiri dan nilai-nilai demokrasi dalam organisasi.
Pada tanggal 7 Desember 1999, Dharma Wanita secara resmi diakui dan ditetapkan sebagai organisasi yang sah dalam rapat nasional.
Momentum tersebut terjadi saat Munas Luar Biasa (Munaslub) Dharma Wanita pada tanggal 6-7 Desember 1999, di mana seluruh rancangan Anggaran Dasar disahkan.
Berdasarkan tanggal berdirinya organisasi Dharma Wanita pada 5 Agustus, diputuskan untuk menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Dharma Wanita Nasional.