nasional

Hacker Bjorka Klaim Telah Bobol Dokumen Rahasia Presiden RI, Ini Daftar yang Bocor

Sabtu, 10 September 2022 | 17:48 WIB
Unggahan Hacker Bjorka dalam akun Twitter yang mengklaim telah membocorkan dokumen rahasia Presiden RI. (Tangkapan layar Twitter/@darktracer_int)

Mediapriangan.com - Hacker Bjorka kian bikin heboh setelah mengklaim telah membocorkan rangkaian surat rahasia untuk Presiden RI, termasuk dari Badan Intelijen Negara (BIN).

Dalam unggahan pada Sabtu 9 September 2022, dia mengaku memiliki dokumen yang dicuri itu, terdiri dari 679.180 data dengan kapasitas 40 MB (compressed) dan 189 MB (uncompressed).

"Contains letter transactions from 2019 - 2021 as well as documents sent to the President including a collection of letters sent by the State Intelligence Agency (Badan Intelijen Negara) which are labeled as secret,"

Baca Juga: Lirik Lagu Balon Udara, OST Film Miracle in Cell No. 7 Versi Indonesia

"Berisi tentang transaksi surat dan dokumen yang dikirimkan kepada Presiden termasuk kumpulan surat yang dikirim oleh Badan Intelijen Negara yang diberi label rahasia," tulisnya.

Data berukuran 40 MB tersebut memuat lebih dari 600.000 dokumen yang diklaim telah dicuri per September 2022.

Dalam keterangannya, dokumen yang dicuri pada September 2022 itu terdiri dari 679.180 data dengan kapasitas 40 MB (compressed) dan 189 MB (uncompressed).

Baca Juga: Nafa Urbach Berdamai Dengan Mantan, Intip Romansa 'Wanita Abadi' Ini dari Masa Ke Masa

Dalam unggahannya ini, Bjorka tak menyertakan rincian harga jual. Dilansir mediapriangan.com dari berbagai sumber.

Kemungkinan sekadar unjuk gigi membuktikan ucapan sebelumnya di Telegram untuk membobol data Presiden.

Ia juga menyertakan sejumlah contoh dokumen yang dibobol. Isinya, kata Bjorka, "tittle of the letter, letters number, sender, receiver employee id, letter date etc".

Baca Juga: Intip Biodata Komplotan Pencuri Lukisan Bersejarah 'Penangkapan Pangeran Diponegoro' Karya Raden Saleh

Pertama, surat berjudul 'surat rahasia kepada Presiden dalam amplop tertutup' dengan pengirim Badan Intelijen Negara (BIN) dan penerima RI-1.

Kedua, 'surat rahasia kepada Mensesneg dalam amplop tertutup' dengan pengirim Badan Intelijen Negara.

Halaman:

Tags

Terkini