Perhelatan akbar bidang pertahanan ini diproyeksikan menjadi wadah penjajakan pasar dan potensi bisnis yang saling menguntungkan semua pihak.
"Hal ini diproyeksikan menjadi wadah penjajakan pasar dan potensi bisnis yang saling menguntungkan semua pihak," ujarnya.
Sementara Managing Director PT Napindo Media Ashatama Arya Seta Wiriadipura menjelaskan, Indo Defence 2022 Expo & Forum merupakan agenda 2 tahunan dimana tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-9 sejak dimulainya tahun 2004.
"Dalam event ini juga diselenggarakan kegiatan Indo Aerospace, yang merupakan penyelenggaraan ke-7 sejak tahun 2008 dan Indo Marine ke-6 sejak diselenggarakan pertama kali pada tahun 2010," ungkapnya.
Pameran dan forum pertahanan ini bertujuan untuk membangun dasar-dasar yang kuat bagi terjalinnya interaksi antara industri pertahanan dalam negeri dengan luar negeri.
"Dengan tujuan terciptanya kerja sama dan Transfer of Technology (ToT) dalam Bentuk Joint Production atau Joint Development, dengan target pengunjung 30 ribu orang," terangnya.
Sejumlah agenda kegiatan yang mewarnai pameran industri pertahanan ini, selain live demo di JIexpo Kemayoran, juga dilaksanakan Forum Diskusi Pertahanan bertajuk Indo Defence Forum, Indo Marine Forum, MRO Forum dan Space Summit, dengan menghadirkan pakar-pakar di bidang pertahanan sebagai narasumber.
Tidak hanya itu, di pagelaran Indo Defence Expo & Forum tahun ini juga diwarnai kegiatan Aircraft Display yang akan dilaksanakan di Apron Selatan Lanud Halim Perdana Kusuma dan Naval Ship Display di Dermaga TNI AL Pondok Dayung, yang dapat dihadiri pengunjung umum.
Selain Kemhan, turut mendukung Indo Defence 2022 Expo & Forum ini, sejumlah kementerian/lembaga, antara lain Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Kelautan dan Perikanan,
Juga Mabes TNI, Polri, TNI AD, TNI AL, TNI AU, Badan Keamanan Laut, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Siber dan Sandi Negara.
serta Badan Riset dan Inovasi Nasional, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Indonesia Aircraft Maintenance Service, The National Air & Space Power Center of Indonesia, Federasi Teknologi Informasi Indonesia, Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia dan Frost & Sullivan.***