nasional

Muncul Teknologi Militer Terbaru, Jokowi Tinjau Pameran Indo Defence 2022 Expo and Forum

Rabu, 2 November 2022 | 17:09 WIB
Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi meninjau Pameran Indo Defence 2022 Expo and Forum yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Rabu 2 November 2022. ( Tangkapan layar laman resmi setkab)

Mediapriangan.com - Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi meninjau Pameran Indo Defence 2022 Expo and Forum yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Rabu 2 November 2022.

Presiden Jokowi menyampaikan apresiasi kepada industri pertahanan Indonesia yang dinilainya berkembang dengan baik.

“Perkembangannya sangat bagus sekali karena kita, sekarang kita memberikan ruang yang besar kepada swasta untuk ikut membangun industri pertahanan Indonesia," kata Jokowi, sebagaimana dilansir laman resmi Sekretaris Kabinet RI.

Baca Juga: Satu Tahun Berdiri, KORMI Kabupaten Tasikmalaya Rayakan Hari Ulang Tahun

Hal ini disampaikan Jokowi lantaran saat ini pihak swasta juga ikut diberikan ruang untuk turut membangun industri pertahanan Indonesia.

Bahkan Jokowi juga tidak masalah apabila ada perusahaan dalam negeri yang bekerja sama dengan industri pertahanan dari luar negeri.

"Entah itu sendiri, entah kerja sama dengan industri pertahanan dari luar negeri, saya kira ini sebuah perkembangan yang sangat baik,” ujar Presiden.

Baca Juga: Libatkan 905 Industri Pertahanan Dari 59 Negara, Indo Defence 2022 Expo and Forum Digelar di Tiga Lokasi

Pada kesempatan itu, Presiden menekankan pentingnya untuk mengikuti perkembangan sektor pertahanan global.

Termasuk melonjaknya anggaran pertahanan di negara anggota NATO, Timur Tengah, dan Asia Timur, serta kemunculan teknologi-teknologi militer baru.

“Yang paling penting kita bisa mengadopsi sebanyak mungkin teknologi-teknologi baru di bidang pertahanan militer, yang paling penting itu,” ujarnya.

Baca Juga: Menhan RI Prabowo Subianto Buka Pameran Industri Pertahanan Bertajuk Indo Defence 2022 Expo and Forum

Selain itu, Kepala Negara juga menekankan perlunya kerja sama global guna pengembangan industri pertahanan di tanah air, salah satunya untuk dapat melakukan transfer teknologi militer terbaru.

“Saya senang tadi, sudah disampaikan oleh Direktur Utama Defend ID bahwa mereka menargetkan untuk segera bisa masuk ke 50 perusahaan pertahanan kelas dunia.

Halaman:

Tags

Terkini