Ia juga merupakan pelopor dalam meluncurkan program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia. Selain itu, dr Soeharto tercatat sebagai presiden pertama Persatuan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).
dr Soeharto menghembuskan nafas terakhirnya di usia ke-91, tepatnya pada 30 November tahun 2000.
2. KGPAA Paku Alam VIII
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam VIII menjabat sebagai Raja Paku Alam dari tahun 1937 hingga 1989.
Baca Juga: Keren! K.H. Ahmad Sanusi, Tokoh Asal Jawa Barat Dianugerahi Pahlawan Nasional, Berikut Profilnya
KGPAA Paku Alam VIII adalah Wakil Gubernur pertama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Gubernur DIY kedua setelah Sultan Hamengku Buwono IX.
Kiprah KGPAA Paku Alam VIII tidak hanya sebagai pemimpin, namun juga pejuang dalam mengisi kemerdekaan dengan perannya dalam dunia pendidikan Indonesia.
Paku Alam VIII meningkatkan kemajuan pendidikan bagi rakyat di Kadipaten Pakualaman untuk menekan angka buta huruf. Ia juga mendukung penuh berlangsung pendidikan di Yogyakarta bersama Sultan Hamengku Buwono IX.
Baca Juga: Link Download Pedoman Identitas Visual Penyelenggaraan dan Peringatan Hari Pahlawan 2022
Terbukti dengan berdirinya beberapa perguruan tinggi, seperti Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Sekolah Rakyat dan SMP Puro Pakualaman.
Pada 6 Juni 1979, berdiri sebuah yayasan dengan nama Yayasan Notokusumo. Melalui yayasan tersebut, Paku Alam VIII meresmikan Akademi Administrasi Negara dan Akademi Keperawatan Notokusumo.
3. dr Rubini Natawisastra
Nama lengkap dr Raden Rubini Natawisastra seorang dokter asal Sunda yang berdomisili di Kalimantan Barat dan telah mengabdi selama 17 tahun.
Selain menjadi dokter, Rubini Natawisastra adalah pemimpin partai politik saat itu yang berjuang melawan penjajah dari Kalimantan Barat demi cita-cita kemerdekaan Indonesia.