Ancaman Pembunuhan dan Respons Masyarakat
Pernyataan BFA juga menyoroti bahwa beberapa anggota tim ofisial menerima ancaman serius melalui media sosial.
"Kami sangat prihatin dengan ancaman yang diterima oleh anggota tim kami," ungkap mereka, mencatat bahwa tindakan semacam itu menunjukkan kurangnya empati terhadap kehidupan manusia.
BFA menggarisbawahi bahwa tindakan suporter Indonesia mencerminkan sikap yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan dan olahraga.
Permintaan Balas Budi dari Suporter Indonesia
Di sisi lain, BFA berharap agar para suporter Indonesia dapat menunjukkan sikap saling menghormati, terutama setelah mereka menyambut suporter Indonesia dengan baik selama pertandingan di Bahrain.
"Kami telah menyediakan fasilitas untuk lebih dari 2.000 suporter Indonesia," tambah mereka.
Federasi ini menegaskan pentingnya pengertian dan saling menghormati dalam konteks pertandingan, dan berharap agar situasi seperti ini tidak terulang.
Penegasan Terhadap Sportivitas
BFA juga menekankan bahwa mereka tidak akan mentolerir serangan yang datang dari suporter Indonesia.
Mereka berencana mengambil langkah hukum dengan mengajak organisasi hak asasi manusia dan jurnalis untuk menindaklanjuti isu ini.
"Sikap ofensif yang kami alami di dunia maya tidak hanya merusak citra olahraga tetapi juga mengganggu sportivitas yang seharusnya menjadi inti dari sepak bola," tutup pernyataan BFA, menekankan pentingnya saling menghormati dalam dunia olahraga.***