5 Alasan Bahrain Menolak Bertanding di Indonesia, Ancaman Pembunuhan hingga Permintaan Balas Budi dari Suporter Garuda

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 22 Oktober 2024 | 11:13 WIB
Tangkapan layar pernyataan Federasi Sepak Bola Bahrain (BFA) kepada Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) terkait tudingan fans Indonesia.  (Instagram.com/@bahrainfa)
Tangkapan layar pernyataan Federasi Sepak Bola Bahrain (BFA) kepada Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) terkait tudingan fans Indonesia. (Instagram.com/@bahrainfa)

Baca Juga: PSSI Jalin Kerja Sama dengan KNVB, Gali Filosofi ‘Total Football’ dan Prestasi yang Harus Diteladani Timnas Indonesia

Ancaman Pembunuhan dan Respons Masyarakat

Pernyataan BFA juga menyoroti bahwa beberapa anggota tim ofisial menerima ancaman serius melalui media sosial.

"Kami sangat prihatin dengan ancaman yang diterima oleh anggota tim kami," ungkap mereka, mencatat bahwa tindakan semacam itu menunjukkan kurangnya empati terhadap kehidupan manusia.

BFA menggarisbawahi bahwa tindakan suporter Indonesia mencerminkan sikap yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan dan olahraga.

Baca Juga: Mengintip Deretan Wajah Lama yang Masuk dalam Kabinet Prabowo-Gibran, Ada yang Berusia Sebaya dengan Wakil Presiden

Permintaan Balas Budi dari Suporter Indonesia

Di sisi lain, BFA berharap agar para suporter Indonesia dapat menunjukkan sikap saling menghormati, terutama setelah mereka menyambut suporter Indonesia dengan baik selama pertandingan di Bahrain.

"Kami telah menyediakan fasilitas untuk lebih dari 2.000 suporter Indonesia," tambah mereka.

Federasi ini menegaskan pentingnya pengertian dan saling menghormati dalam konteks pertandingan, dan berharap agar situasi seperti ini tidak terulang.

Baca Juga: Tak Lagi Jadi Menko, Inilah Jabatan Luhut di Kabinet Merah Putih Prabowo, Ternyata Ada Kisah di Balik Peran Barunya

Penegasan Terhadap Sportivitas

BFA juga menekankan bahwa mereka tidak akan mentolerir serangan yang datang dari suporter Indonesia.

Mereka berencana mengambil langkah hukum dengan mengajak organisasi hak asasi manusia dan jurnalis untuk menindaklanjuti isu ini.

"Sikap ofensif yang kami alami di dunia maya tidak hanya merusak citra olahraga tetapi juga mengganggu sportivitas yang seharusnya menjadi inti dari sepak bola," tutup pernyataan BFA, menekankan pentingnya saling menghormati dalam dunia olahraga.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X