Ia pun mengapresiasi kerja keras ayahnya dengan menulis, "Terima kasih untuk kerja kerasmu, Ayah. Kau melakukan yang terbaik untuk (Timnas) Indonesia. Semua tentang keluarga, aku tahu semuanya."
Jejak Kontroversi Para Ketum PSSI Sebelum Erick Thohir
Keputusan PSSI ini kembali mengingatkan publik akan sejumlah kasus kontroversial yang terjadi di bawah kepemimpinan ketua umum PSSI sebelumnya.
Berikut beberapa kasus yang sempat mengguncang dunia sepak bola Indonesia:
1. Mochamad Iriawan
Selama menjabat sebagai Ketum PSSI (2019–2023), Mochamad Iriawan pernah terseret isu nepotisme setelah menunjuk Maaike Ira Puspita, adik iparnya, sebagai Wakil Sekjen PSSI pada 2022.
Selain itu, tragedi Kanjuruhan menjadi titik balik yang memengaruhi citranya. Publik mendesak Iriawan untuk mundur dari jabatannya akibat insiden tragis tersebut.
2. Iwan Budianto
Ketua Umum PSSI pada Maret–November 2019, Iwan Budianto, menghadapi berbagai tuduhan, termasuk dugaan korupsi dana APBD Samarinda dan keterlibatan dalam kasus suap Wali Kota Batu pada 2017.
Ia juga dianggap bertanggung jawab atas tragedi Kanjuruhan karena perannya sebagai pemegang saham di Arema FC.
3. Joko Driyono
Joko Driyono, yang menjabat sebagai Ketum PSSI pada Januari–Maret 2019, sempat menjadi sorotan setelah merangkap jabatan sebagai CEO PT Liga Indonesia dan Sekjen PSSI.
Ia akhirnya divonis 18 bulan penjara akibat keterlibatannya dalam mafia sepak bola.
Pemecatan Shin Tae-yong oleh PSSI tidak hanya memicu perdebatan soal masa depan Timnas Indonesia, tetapi juga membuka kembali ingatan publik tentang sejumlah kontroversi yang mewarnai kepemimpinan ketua umum PSSI di masa lalu.***