Kronologi Penolakan Pendampingan Bos Rental yang Berujung Maut, Kapolda Banten Tegaskan Akan Ada Sanksi Tegas

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 6 Januari 2025 | 20:31 WIB
Ilustrasi penembakan bos rental mobil, Kapolda Banten beberkan kronologi dan janji sanksi tegas. (Pixabay)
Ilustrasi penembakan bos rental mobil, Kapolda Banten beberkan kronologi dan janji sanksi tegas. (Pixabay)

Mediapriangan.com - Kasus penembakan yang menewaskan seorang bos rental mobil di rest area Km 45 Tol Tangerang-Merak memicu perhatian publik. TNI AL bersama pihak kepolisian menggelar konferensi pers di Koarmada, Jakarta, pada Senin, 6 Januari 2025.

Acara ini turut dihadiri oleh Kapolda Banten Irjen Suyudi Ario Seto, yang menjelaskan kronologi dan temuan awal terkait insiden penembakan bos rental tersebut.

Kasus penembakan bos rental ini dilaporkan bermula dari dugaan penggelapan kendaraan rental yang akhirnya berujung pada tragedi.

Baca Juga: Penembakan Pemilik Rental Mobil di Rest Area Diduga Sindikat Penggelapan, Simak 3 Kasus Fenomenal di Indonesia

Awal Kejadian: Korban Meminta Perlindungan

Korban diketahui sempat meminta perlindungan kepada Polsek Cinangka sebelum peristiwa penembakan terjadi.

Permintaan tersebut viral di media sosial setelah muncul laporan bahwa korban tidak mendapatkan pendampingan dari pihak kepolisian.

“Saudara Agam bersama saudara Samsul, dan tiga orang lainnya, jadi berlima, sebelum kejadian penembakan di TKP Km 45 itu sempat datang ke Polsek Cinangka,” jelas Suyudi.

Baca Juga: Penembakan Bos Asuransi Kesehatan di AS, Tersangka Ditangkap, Temuan Petunjuk pada Selongsong Peluru

Ia melanjutkan, “(Korban) datang sekitar pukul 02.30 WIB, kemudian diterima oleh anggota piket yaitu Brigadir Deri Andriani dan Bripka Dedi Purwanto.

Terjadi komunikasi di sana bahwa saudara Agam menyampaikan kalau mobil rentalnya dibawa oleh penyewa ke arah Saketi, Pandeglang.”

Dari laporan tersebut, disebutkan bahwa hanya satu GPS kendaraan yang masih aktif, sementara dua lainnya telah dinonaktifkan.

Baca Juga: Misteri Penembakan Siswa SMK Semarang, Fakta Terkini dan Sosok Oknum Polisi Terlibat

Penonaktifan GPS ini diduga sebagai bagian dari upaya penggelapan kendaraan, yakni sebuah Honda Brio warna oranye.

Kesalahan dalam Pelaporan

Kapolda Banten mengakui adanya kesalahan dalam proses pelaporan oleh anggota piket. Informasi yang diberikan kepada Kapolsek tidak sepenuhnya tepat, yang kemudian memengaruhi tindakan selanjutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X