Mesin bekerja ketika diperlukan untuk menghasilkan energi tambahan. Listrik yang dihasilkan kemudian digunakan untuk memasok kebutuhan sistem penggerak maupun mengisi kembali energi baterai.
Konfigurasi tersebut membuat sensasi berkendara tetap menyerupai mobil listrik karena roda digerakkan oleh motor listrik. Pada saat yang sama, keberadaan generator berbahan bakar bensin memberikan cadangan energi ketika perjalanan lebih jauh dilakukan.
Konsep ini juga berkaitan dengan persoalan range anxiety atau kekhawatiran pengemudi terhadap keterbatasan jarak tempuh. Ketika daya baterai menurun dan tidak tersedia stasiun pengisian di sekitar lokasi, generator dapat menjadi sumber listrik tambahan.
Potensi Efisiensi dan Biaya Produksi
Baterai merupakan salah satu komponen penting sekaligus mahal dalam kendaraan elektrifikasi. Kapasitas baterai yang semakin besar dapat meningkatkan bobot sekaligus biaya produksi kendaraan.
Karena itu, pendekatan REEV Light Suzuki diarahkan pada penggunaan baterai dengan ukuran yang lebih proporsional. Kapasitasnya cukup untuk kebutuhan perjalanan listrik harian, tetapi tidak sebesar baterai yang digunakan pada mobil listrik murni.
Konsep tersebut berpotensi menjadi pilihan bagi pasar yang sedang beralih menuju kendaraan elektrifikasi, tetapi masih menghadapi keterbatasan infrastruktur pengisian daya.
Di sisi lain, penggunaan motor listrik sebagai penggerak utama memberikan karakter yang berbeda dibanding mobil hybrid biasa. Respons tenaga motor listrik dapat diperoleh tanpa harus membuat mesin bensin menjadi penggerak langsung roda.
Baca Juga: Mobil Formula E GEN4 Bisa Tembus 335 Km/Jam, Bridgestone Kenalkan Ban Balap POTENZA GEN4
Teknologi REEV Light Suzuki pada akhirnya menempatkan kendaraan di antara dua pendekatan besar dalam elektrifikasi otomotif. Mobil tetap memiliki kemampuan bergerak menggunakan tenaga listrik, tetapi masih membawa mesin bensin sebagai sumber energi tambahan.
Bagi Suzuki, pengembangan teknologi REEV Light menjadi salah satu pendekatan dalam menghadapi perubahan industri otomotif. Sistem tersebut tidak mengejar penggunaan baterai sebesar mungkin, melainkan menyesuaikan kapasitas baterai dengan kebutuhan perjalanan dan karakter kendaraan.
Konsep tersebut sekaligus memperlihatkan perbedaan mendasar antara teknologi REEV Light, mobil hybrid konvensional, dan mobil listrik murni. Motor listrik tetap menjadi penggerak, baterai dapat menerima pengisian eksternal, sedangkan mesin bensin mengambil peran sebagai generator.***
Artikel Terkait
Pabrik Baterai EV Karawang Beroperasi, Harga Mobil Listrik Bisa Lebih Murah? Ini Kabar Terbaru BYD dan Baterai EV
Motor Listrik Murah 2026 Makin Beragam, Ini 7 Pilihan hingga Daftar Motor Listrik Bekas Akhir September
Baterai Mobil Listrik Berusia 6 sampai 8 Tahun Rusak, Biaya Perbaikan Bisa Bikin Mobil Jadi Total Loss
Tak Harus Tua, 7 Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta Ini Punya Tahun Muda, Ada Produksi 2022, Cek Daftarnya!
Cari Mobil Keluarga Rp100 Jutaan? Ada MPV Bekas Tahun 2022, Harga Mulai Rp73 Juta, Cek Pilihan Lengkapnya
Suzuki Jimny Heritage 2026 Kembali Diburu, Cuma 300 Unit dan Kini Hadir dengan Transmisi Otomatis