JAKARTA, Mediapriangan.com - Pernyataan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Syahganda Nainggolan, bahwa “wartawan itu nyawanya negara ini” mendapat apresiasi dari CEO Promedia Group, Agus Sulistriyono.
Menurut Agus, kalimat tersebut sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat dalam. Terlebih, pernyataan itu disampaikan Syahganda setelah dipercaya Presiden Prabowo Subianto memimpin lembaga yang memiliki posisi strategis dalam komunikasi pemerintah.
Agus mengaku sepakat dengan pandangan tersebut. Namun, ia mengingatkan ada persoalan yang tidak kalah penting untuk dilihat, yakni kondisi ekonomi para wartawan dan industri pers di Indonesia.
"Kalau wartawan memang nyawa negara ini, bagaimana keadaan mereka yang selama ini menjaga nyawa itu?" ujarnya.
Baca Juga: Jurnalis Promedia Jadi Korban Gempa NTT, Mari Bersama Bantu Mereka Bangkit dan Pulihkan Kehidupan
Industri Media Sedang Tidak Baik-Baik Saja
Agus menyebut jumlah wartawan di Indonesia diperkirakan mencapai 200 ribu hingga 300 ribu orang yang bekerja di puluhan ribu media. Angka tersebut memang sulit dipastikan secara akurat.
Namun, menurut dia, kondisi industri media dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tekanan yang cukup serius.
Tekanan ekonomi bahkan telah memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah perusahaan media, termasuk perusahaan media besar. Sebagian wartawan kemudian memilih bertahan dengan membangun media sendiri.
Perkembangan teknologi memang membuat siapa pun relatif mudah mendirikan media. Persoalannya, kata Agus, bukan lagi sekadar bagaimana mendirikan media, tetapi bagaimana membuat media tersebut mampu bertahan dan sehat secara ekonomi.
Puluhan ribu media lokal kini tumbuh di berbagai kabupaten dan kota. Banyak di antaranya beroperasi dengan sumber daya terbatas. Kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap kesejahteraan wartawan yang bekerja di dalamnya.
Bahkan, tidak sedikit wartawan yang masih memperoleh penghasilan di bawah standar upah minimum daerah.
Artikel Terkait
Istana Ganti Komando Komunikasi: Pemerintah Lawan Algoritma, Tidak Bisa Hanya Andalkan Segelintir Media Besar!
Creator Pers di Era Attention Economy, Saatnya Wartawan Berevolusi, Bukan Sekadar Bertahan
Reforma Agraria, Ujian Pemerintah Daerah
Keracunan MBG Berulang, Dapur 3.000 Porsi Disorot: Benarkah Program Ini Bawa Manfaat Ekonomi?
OTT Rektor Unsoed Buka Kotak Pandora Jalur Mandiri, KPK Beranikah Bongkar Kampus Lain?
Jangan Matikan Pers Saat Program Pemerintah Dikritik