otomotif

Pabrik Baterai EV Karawang Beroperasi, Harga Mobil Listrik Bisa Lebih Murah? Ini Kabar Terbaru BYD dan Baterai EV

Senin, 28 September 2026 | 13:19 WIB
Pabrik baterai EV Karawang mulai beroperasi. Pengembangan baterai EV dan rencana BYD membangun pabrik turut membuka peluang baru mobil listrik. (Unsplash.com / vanyasmythe)

JAKARTA, Mediapriangan.com - Perkembangan industri kendaraan listrik kembali mendapat perhatian setelah fasilitas produksi baterai di Karawang, Jawa Barat, mulai menjalankan kegiatan produksinya sejak Juli 2026.

Fasilitas yang dikelola PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) tersebut memproduksi baterai untuk kendaraan listrik sekaligus Battery Energy Storage System (BESS). Pabrik baterai EV ini dikembangkan melalui kerja sama Indonesia Battery Corporation (IBC) dengan CBL, anak usaha Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) asal China.

Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif sebelumnya menjelaskan bahwa produksi di fasilitas Karawang telah berjalan sejak Juli 2026.

Baca Juga: BYD Tech Culture Fest 2026 Digelar di Bandung, Warga Bisa Jajal Teknologi Dual Mode dan Kendaraan Elektrifikasi

"Sekarang kondisinya sudah seperti ini, jadi sudah memang sudah beroperasi sejak bulan Juli (2026)," kata Farhan di Energy Building, Jakarta, pada 14 September 2026.

"Produknya sebagian untuk kendaraan listrik dan sebagian lagi untuk BESS, Battery Energy Storage System," tambahnya.

Pabrik baterai EV tersebut memiliki kapasitas awal sekitar 6,9 gigawatt hour (GWh) per tahun. Kapasitasnya masih dikaji untuk diperluas hingga sekitar 15 GWh.

Kehadiran fasilitas ini menambah kapasitas produksi dalam rantai pasok baterai EV di Indonesia. Sebelumnya, pabrik milik PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power di Karawang telah lebih dulu beroperasi dan diresmikan pada Juli 2024.

Baca Juga: Apresiasi Kesuksesan UKM, JNE Bagikan Mobil Listrik BYD Hingga Logam Mulia Lewat Malam JLC Race Award 2025

CATIB sendiri merupakan bagian dari pengembangan ekosistem baterai yang melibatkan IBC dan CATL. Proyek tersebut juga terhubung dengan pengembangan rantai pasok bahan baku baterai di Indonesia.

Apakah Harga Mobil Listrik Bisa Turun?

Beroperasinya pabrik baterai EV kemudian memunculkan pertanyaan mengenai dampaknya terhadap harga mobil listrik di pasar.

Secara teori, penguatan produksi baterai di dalam rantai pasok domestik dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung efisiensi industri. Namun, harga mobil listrik tidak hanya ditentukan oleh komponen baterai.

Baca Juga: Mobil BYD M6 Masuk Kolam Bundaran HI, Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan Tunggal Sopir Taksi Online

Halaman:

Tags

Terkini