Pabrik Baterai EV Karawang Beroperasi, Harga Mobil Listrik Bisa Lebih Murah? Ini Kabar Terbaru BYD dan Baterai EV

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 28 September 2026 | 13:19 WIB
Pabrik baterai EV Karawang mulai beroperasi. Pengembangan baterai EV dan rencana BYD membangun pabrik turut membuka peluang baru mobil listrik. (Unsplash.com / vanyasmythe)
Pabrik baterai EV Karawang mulai beroperasi. Pengembangan baterai EV dan rencana BYD membangun pabrik turut membuka peluang baru mobil listrik. (Unsplash.com / vanyasmythe)

Biaya kendaraan juga dipengaruhi berbagai unsur lain, mulai dari teknologi, material, produksi kendaraan, logistik, kebijakan perdagangan hingga strategi masing-masing produsen.

Karena itu, beroperasinya pabrik baterai EV di Karawang belum otomatis berarti harga mobil listrik di pasar langsung turun. Apalagi, sebagian produksi baterai dari fasilitas tersebut juga diarahkan untuk kebutuhan ekspor.

Di sisi lain, perkembangan teknologi baterai juga tengah membuka kemungkinan penggunaan material yang berbeda dari lithium-ion yang selama ini banyak digunakan.

Baca Juga: Pasar Otomotif Awal 2026 Menguat, BYD Tancap Gas di SUV Listrik dan Kuasai EV Nasional

Teknologi Baterai Baru Berbasis Natrium

Para peneliti Western University di Kanada mengembangkan baterai sodium-ion atau natrium-ion berbasis solid-state. Teknologi tersebut menggunakan natrium sebagai pengganti lithium dan elektrolit padat sebagai pengganti elektrolit cair yang mudah terbakar.

Penelitian tersebut memanfaatkan fasilitas Canadian Light Source untuk melihat pergerakan ion di dalam elektrolit padat. Tim peneliti mengembangkan material berbasis sulfur dan klorin yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan ion natrium bergerak di dalam struktur elektrolit.

Profesor Western University Yang Zhao menjelaskan bahwa pendekatan tersebut diarahkan untuk mengatasi sejumlah persoalan pada teknologi baterai konvensional.

Baca Juga: Booth BYD IIMS 2026 Jadi Ruang Dialog, BEYOND Community Hadirkan Cerita Nyata Kendaraan Listrik BYD

"Kami mengganti elektrolit cair dalam baterai menjadi elektrolit solid-state yang tidak mudah terbakar," ujar Yang Zhao dalam sebuah video penjelasan, dikutip pada Senin, 28 September 2026.

Baterai natrium-ion memiliki sejumlah potensi karena natrium lebih melimpah dan relatif murah dibandingkan lithium. Penggunaan elektrolit solid-state juga ditujukan untuk meningkatkan aspek keselamatan karena material tersebut tidak mudah terbakar.

Meski demikian, teknologi baterai tersebut masih berada dalam tahap pengembangan dan belum dapat dianggap sebagai pengganti langsung baterai lithium-ion untuk seluruh kebutuhan kendaraan listrik.

Baca Juga: BYD Di-Space Zhengzhou Jadi Museum Sains NEV Pertama di Tiongkok, Dorong Edukasi Mobilitas Masa Depan

BYD Siapkan Pabrik Baterai di Eropa

Perkembangan baterai EV juga menjadi bagian dari strategi ekspansi produsen kendaraan listrik China, BYD.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X