Pada kondisi seperti ini, ganti ban motor perlu segera dipertimbangkan agar kendaraan tetap memiliki daya cengkeram yang memadai.
3. Karet Ban Mengalami Retakan
Kerusakan ban juga dapat terlihat dari munculnya retakan kecil pada permukaan maupun dinding ban. Kondisi tersebut tidak selalu berkaitan dengan jarak tempuh kendaraan.
Paparan sinar matahari, panas, serta perubahan suhu yang terjadi berulang kali dapat memengaruhi elastisitas material karet. Seiring waktu, permukaan ban dapat menjadi lebih kaku dan muncul pecah-pecah halus.
Retakan yang semakin banyak atau dalam menjadi tanda bahwa kondisi material ban perlu mendapat perhatian. Pengendara sebaiknya tidak mengabaikan perubahan tersebut, terlebih jika motor digunakan untuk perjalanan jauh atau pada kecepatan tinggi.
Baca Juga: AC Mobil Kurang Dingin Saat Siang Hari? Jangan Diabaikan, Ini 5 Penyebab Utama dan Cara Mengatasinya
4. Motor Mulai Oleng dan Sulit Stabil
Perubahan kondisi ban motor juga dapat dirasakan ketika kendaraan digunakan. Salah satu gejala yang perlu diperhatikan adalah motor terasa kurang stabil, seperti melayang atau sulit dikendalikan ketika menikung.
Rasa berat sebelah atau respons pengereman yang berubah juga dapat menjadi tanda adanya masalah pada kondisi ban, terutama jika tekanan angin sudah berada pada tingkat yang sesuai.
Keausan yang tidak merata atau perubahan pada profil ban dapat memengaruhi karakter kendaraan. Jika kondisi tersebut terus muncul, pemeriksaan ban perlu dilakukan sebelum memutuskan ganti ban motor.
Baca Juga: As Roda Belakang SUV Chery Lepas di Johor Bahru, Malaysia, Warganet Kembali Ingat Kasus Omoda 5
5. Ada Benjolan pada Permukaan Ban
Benjolan merupakan salah satu kondisi yang perlu segera mendapat perhatian. Bagian yang menonjol pada permukaan ban motor dapat berkaitan dengan kerusakan struktur internal.
Benturan keras saat melewati lubang atau penggunaan ban dengan tekanan udara yang terlalu rendah dalam waktu lama dapat menyebabkan lapisan internal ban mengalami kerusakan.