Jangan terburu-buru membuka radiator mobil. Tekanan di dalam sistem pendingin dapat membuat cairan panas menyembur ketika tutup dibuka sebelum mesin cukup dingin.
Tunggu hingga mesin benar-benar dingin sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Lamanya waktu yang dibutuhkan bergantung pada tingkat panas dan kondisi kendaraan.
Baca Juga: Ban Motor Mulai Oleng atau Muncul Retakan? Cek 5 Tanda Ini Sebelum Terlambat Ganti Baru
3. Periksa Volume Cairan Pendingin
Setelah mesin dingin, periksa volume cairan pendingin atau coolant melalui tabung reservoir sesuai petunjuk dalam buku manual kendaraan.
Jika volumenya berada di bawah batas minimum, kemungkinan terjadi pengurangan cairan akibat kebocoran atau faktor lainnya. Namun, menambahkan cairan pendingin tidak selalu menyelesaikan penyebab utama mobil overheat.
Periksa pula area sekitar radiator dan selang untuk mengetahui apakah terdapat rembesan. Apabila ditemukan kebocoran atau kondisi mesin masih tidak normal, mintalah bantuan mekanik sebelum kendaraan digunakan kembali.
Baca Juga: Musim Hujan Datang, CVT Motor Matic Rawan Bermasalah, Cek Seal, Filter, V-Belt, dan Roller
4. Ketahui Penyebab Mesin Mobil Panas
Temperatur mesin yang meningkat secara berlebihan dapat dipicu sejumlah gangguan pada sistem pendingin. Beberapa di antaranya adalah radiator bocor atau tersumbat, volume cairan pendingin yang kurang, serta kipas radiator yang tidak bekerja optimal.
Termostat yang bermasalah juga dapat mengganggu sirkulasi cairan pendingin sehingga pelepasan panas mesin tidak berlangsung sebagaimana mestinya.
Jika suhu kembali naik setelah mesin didinginkan, pemeriksaan di bengkel diperlukan untuk memastikan sumber masalah. Dengan mengetahui penyebabnya, penanganan dapat dilakukan secara tepat tanpa sekadar mengatasi gejala sementara.
5. Jangan Paksakan Mobil Melanjutkan Perjalanan
Apabila asap keluar dari kap mesin, cairan pendingin bocor, atau indikator temperatur tetap menunjukkan panas berlebih, jangan menyalakan mesin kembali untuk melanjutkan perjalanan.