Kemudian sistem LM akan memprediksi kemungkinan kata selanjutnya, yaitu "panas" atau "hujan" berdasarkan pada kalimat yang sudah ada sebelumnya.
Language Model biasanya dibangun menggunakan metode Deep Learning dengan menggunakan data latih (training data) yang sangat besar.
Kemudian, sistem ini dilatih untuk dapat memprediksi kata-kata yang paling mungkin terjadi berdasarkan pada konteks yang ada sebelumnya.
Hal tersesbut tercermin dari namanya "pre-trained", GPT telah belajar dan berlatih dengan menganalisis jutaan kata dan kalimat.
GPT-3 (atau generasi ketiga GPT) kabarnya belajar teks berukuran 45 terabytes yang diambil dari internet. Data sebesar itu setara dengan satu juta buku.
Dari data sebesar itu, sistem GPT akan mempelajari pola dan keterkaitan antara teks dan kalimat.
Sehingga GPT bisa memahami konteks dari kalimat tersebut. Tentu saja, jawaban GPT tergantung data yang ia pelajari.
Pengenalan Chat GPT
Chat GPT merupakan salah satu contoh penggunaan dari Language Model. Chat GPT dikembangkan menggunakan teknologi Deep Learning.
Dimana sistemnya dilatih menggunakan model Transformer untuk memahami konteks dari kata-kata yang sudah ada sebelumnya dan memprediksi kata-kata selanjutnya yang paling mungkin terjadi.
Contohnya, ketika Anda menggunakan Chat GPT untuk membuat chatbot, sistem akan memprediksi balasan yang paling mungkin terjadi.
Hal tersebut berdasarkan pada kata-kata yang sudah diterima sebelumnya dan konteks percakapan secara keseluruhan.
Artikel Terkait
Baterai Tahan Lama, dan Kamera Berkualitas, Nokia C21 Plus Meluncur Dengan Harga Hanya Rp1 Jutaan
Harga Nokia C31 Rp1 Jutaan, Dengan Kapasitas Baterai 5.050 mAh, RAM 4GB dan 64GB, Meluncur 12 Desember 2022
Nokia T21 Hadir Memenuhi Standar Tertinggi Google, Tablet Android Serba Bisa Ini, Dibanderol Hanya Rp3 Jutaan
Telah Hadir The New Leica BLK360, 3D Laser Scanner yang Memiliki Akurasi dan Kecepatan Pemindaian Tinggi
Canon EOS R6 Mark II Hadir di Indonesia, Kamera Canggih Idaman Para Fotografer dan Videografer