Mediapriangan.com - Bagi pencinta wisata sejarah dan petualangan lintas batas, Candi Ta Muen Thom menjadi destinasi yang tak boleh dilewatkan.
Terletak tepat di perbatasan Thailand dan Kamboja, Candi Ta Muen Thom ini dulunya merupakan bagian penting dari Jalan Kerajaan kuno yang menghubungkan Angkor (Kamboja) ke Phimai (Thailand).
Candi Ta Muen Thom ini tak hanya menyimpan nilai sejarah tinggi, tapi juga menyuguhkan arsitektur yang memikat, lanskap alami berbukit, serta atmosfer spiritual yang kental.
Meski situasi di perbatasan tengah memanas, perjalanan menuju situs Candi Ta Muen Thom di perbatasan Thailand dan Kamboja tetap menarik untuk disimak. Berikut rute dan detailnya sebagaimana dilansir dari laman HelloAngkor.
Melansir laman helloangkor, simak perjalanan menuju situs Candi Ta Muen Thom yang berlokasi di perbatasan Thailand dan Kamboja.
Menapaki Lereng untuk Menemukan Keagungan Kuno
Dari sisi Thailand, pengunjung bisa menggunakan jalan beraspal menuju kaki pegunungan, lalu mendaki tanjakan curam sekitar 40-45 derajat.
Meski cukup menantang, jalur ini tetap bisa ditempuh dengan berjalan kaki, berkendara, atau bahkan bersepeda.
Dari sisi Kamboja, pengunjung harus melewati pos militer dan menyusuri jalan setapak yang melewati beberapa bunker.
Jalan tersebut membawa langsung ke tangga laterit dan gapura masuk utama, ciri khas dari gaya arsitektur masa Khmer.
Artikel Terkait
Wamenpar Dorong Sebaran Turis Lewat Paket Wisata 3B, Penjualan Naik, Target China Disiapkan Mendarat di Banyuwangi
Wamenpar Ajak Wisatawan Ikut Bersih Pantai Lovina, Gerakan Wisata Bersih Didorong Jadi Budaya Lewat Edukasi Berkelanjutan
Wamenpar Ungkap Kendala Dermaga Banyuwangi–Bali, Paket Wisata 3B Tetap Jalan Lewat Jalur Alternatif Gilimanuk
Wamenpar Dorong Wisata 3B, Akses Laut Banyuwangi–Lovina Siap, Atraksi di Buleleng dan Jembrana Akan Diperkuat
Kemenpar Genjot Pemerataan Wisata Lewat Paket 3B, Jalur Laut Banyuwangi–Lovina Disiapkan, OTA Mulai Jualan!
Kebun Raya Jagatnatha, Wisata Bali Barat yang Unik dengan Koleksi Tanaman Upakara dan Usada Bernilai Religius