Menjelajah Candi Ta Muen Thom, Situs Mistis di Perbatasan Thailand - Kamboja yang Dulu Jadi Jalur Kerajaan Angkor

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 26 Juli 2025 | 08:49 WIB
Menelusuri jejak kuno Candi Ta Muen Thom, warisan Jalur Kerajaan Angkor dan peninggalan era Sriwijaya di perbatasan Thailand - Kamboja. (Kolase dok. laman helloangkor)
Menelusuri jejak kuno Candi Ta Muen Thom, warisan Jalur Kerajaan Angkor dan peninggalan era Sriwijaya di perbatasan Thailand - Kamboja. (Kolase dok. laman helloangkor)

 

Mediapriangan.com - Bagi pencinta wisata sejarah dan petualangan lintas batas, Candi Ta Muen Thom menjadi destinasi yang tak boleh dilewatkan.

Terletak tepat di perbatasan Thailand dan Kamboja, Candi Ta Muen Thom ini dulunya merupakan bagian penting dari Jalan Kerajaan kuno yang menghubungkan Angkor (Kamboja) ke Phimai (Thailand).

Candi Ta Muen Thom ini tak hanya menyimpan nilai sejarah tinggi, tapi juga menyuguhkan arsitektur yang memikat, lanskap alami berbukit, serta atmosfer spiritual yang kental.

Baca Juga: Benarkah Candi Ta Muen Thom Jadi Alasan Thailand dan Kamboja Nyaris Perang? Sengketa Warisan Sriwijaya Memanas!

Meski situasi di perbatasan tengah memanas, perjalanan menuju situs Candi Ta Muen Thom di perbatasan Thailand dan Kamboja tetap menarik untuk disimak. Berikut rute dan detailnya sebagaimana dilansir dari laman HelloAngkor.

Melansir laman helloangkor, simak perjalanan menuju situs Candi Ta Muen Thom yang berlokasi di perbatasan Thailand dan Kamboja.

Menapaki Lereng untuk Menemukan Keagungan Kuno

Dari sisi Thailand, pengunjung bisa menggunakan jalan beraspal menuju kaki pegunungan, lalu mendaki tanjakan curam sekitar 40-45 derajat.

Baca Juga: Sensasi River Tubing 625 Meter di Gatep Lawas, Hidden Gem Wisata Air Seru dan Murah Meriah di Buleleng Bali

Meski cukup menantang, jalur ini tetap bisa ditempuh dengan berjalan kaki, berkendara, atau bahkan bersepeda.

Dari sisi Kamboja, pengunjung harus melewati pos militer dan menyusuri jalan setapak yang melewati beberapa bunker.

Jalan tersebut membawa langsung ke tangga laterit dan gapura masuk utama, ciri khas dari gaya arsitektur masa Khmer.

Baca Juga: Wisata Religi Jembrana, Ziarah ke Makam Buyut Lebai dan Ali Bafaqih, Jejak Islam di Tengah Budaya Hindu Bali

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X