Menjelajah Candi Ta Muen Thom, Situs Mistis di Perbatasan Thailand - Kamboja yang Dulu Jadi Jalur Kerajaan Angkor

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 26 Juli 2025 | 08:49 WIB
Menelusuri jejak kuno Candi Ta Muen Thom, warisan Jalur Kerajaan Angkor dan peninggalan era Sriwijaya di perbatasan Thailand - Kamboja. (Kolase dok. laman helloangkor)
Menelusuri jejak kuno Candi Ta Muen Thom, warisan Jalur Kerajaan Angkor dan peninggalan era Sriwijaya di perbatasan Thailand - Kamboja. (Kolase dok. laman helloangkor)

Arsitektur Unik dan Aura Mistis

Begitu memasuki kompleks candi, pengunjung akan melihat sisa-sisa bangunan berpagar yang menghadap ke selatan.

Di pusatnya terdapat mandapa atau aula panjang berbilik yang menuju kuil utama.

Fondasi dan lingga kuil ini dipahat langsung dari batuan dasar alami, menunjukkan teknik arsitektur yang sangat maju pada masanya.

Kuil utama dikelilingi dua kuil kecil dan dua bangunan tambahan di bagian depan yang diyakini dulunya berfungsi sebagai perpustakaan.

Baca Juga: Desa Wisata Perancak, Surga Tersembunyi di Bali Barat, Sunset, Lepas Tukik, hingga Kuliner Pindang yang Menggoda

Dinding luar kuil menampilkan relief Dvarapala, sosok penjaga spiritual, lengkap dengan detail pilaster dan ukiran yang meski sebagian belum rampung, tetap mengagumkan.

Di dalam mandapa, pengunjung dapat menjumpai sisa patung suci Nandin, banteng tunggangan Dewa Siwa, yang menghadap langsung ke lingga.

Ke arah timur, batuan dasar kuil dipahat membentuk saluran air suci yang mengalir ke luar, lengkap dengan ukiran gajah yang menambah aura magis candi ini.

Baca Juga: Sentra Tenun Jembrana, Destinasi Wisata Budaya Bali yang Suguhkan Proses Tenun Manual dan Songket Unik Bernilai Filosofis

Prasasti dan Warisan Sejarah

Keberadaan Ta Muen Thom juga diperkuat dengan prasasti kuno. Salah satunya tercatat sebagai Prasasti Prasat Ta Muen Thom 5 (K.1187), kini disimpan di Museum Nasional Surin.

Prasasti ini memuat teks dalam bahasa Khmer yang sebagian besar dikaitkan dengan Raja Suryawarman I.

Ada pula prasasti K.376, yang memuat campuran bahasa Khmer dan Sanskerta, memberikan gambaran lebih luas tentang pentingnya candi ini dalam sejarah regional.

Baca Juga: Kebun Raya Jagatnatha, Wisata Bali Barat yang Unik dengan Koleksi Tanaman Upakara dan Usada Bernilai Religius

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X