Krisis BBM Sulsel Memicu Demonstrasi di Pertamina, Mahasiswa Soroti Antrean hingga Isu Panic Buying

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 12 September 2026 | 14:01 WIB
Krisis BBM Sulsel memicu demonstrasi di Pertamina. Mahasiswa soroti kelangkaan BBM, antrean panjang, serta isu panic buying warga di Sulsel. (Instagram/makassar_iinfo)
Krisis BBM Sulsel memicu demonstrasi di Pertamina. Mahasiswa soroti kelangkaan BBM, antrean panjang, serta isu panic buying warga di Sulsel. (Instagram/makassar_iinfo)

MAKASSAR, Mediapriangan.com - Antrean panjang di sejumlah SPBU dan sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) menjadi alasan Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) menggelar demonstrasi di depan Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 11 September 2026.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa tidak hanya mempertanyakan distribusi BBM dan gas elpiji 3 kilogram, tetapi juga mempersoalkan pernyataan mengenai panic buying yang disebut menjadi salah satu penyebab antrean di SPBU.

Bagi massa aksi, kondisi di lapangan menunjukkan masyarakat masih kesulitan mendapatkan kebutuhan energi tersebut. Situasi itu kemudian mendorong Demonstrasi Pertamina Sulsel yang berlangsung di Jalan Garuda, Kelurahan Kunjung Mae, Kecamatan Mariso.

Baca Juga: 6.975 Pelajar Berebut, Anak dari Ibu Pekerja Serabutan Ini Justru Lolos Parlemen Remaja DPR RI

Salah satu perwakilan GAM, Fajar Wasis, mengatakan persoalan distribusi menjadi hal yang perlu dijelaskan Pertamina kepada masyarakat.

"Kami melihat bahwa persoalan distribusi BBM, baik itu pertalite, pertamax, dan gas 3 kg," kata Fajar dalam orasinya.

Menurut dia, ketersediaan BBM dan gas bersubsidi merupakan bagian dari tanggung jawab Pertamina. Namun, kondisi yang dirasakan masyarakat dinilai belum menunjukkan distribusi yang optimal.

"Itu merupakan tanggung jawab dari Pertamina untuk menyediakan secara cukup. Namun, hari ini masyarakat masih sulit mendapatkannya," bebernya.

Baca Juga: Viral Dugaan Sopir TransJakarta Monas-Pulogadung Ugal-ugalan, Penumpang Disebut Terjatuh hingga Direspons Manajemen

Kondisi tersebut, kata dia, turut terlihat dari panjangnya waktu yang harus dihabiskan warga ketika mencari BBM. Sejumlah masyarakat bahkan disebut harus bertahan di antrean hingga dini hari.

"Kita antre dari sore sampai subuh, banyak masyarakat yang mengeluh terkait kelangkaan BBM yang terjadi di Sulsel," ucap salah satu orator.

Keluhan mengenai Kelangkaan BBM kemudian menjadi salah satu isu utama dalam aksi tersebut. Mahasiswa menilai persoalan distribusi perlu mendapat penanganan langsung agar masyarakat tidak terus menghadapi antrean panjang di SPBU.

Baca Juga: GIIAS Bandung 2026 Resmi Dibuka, 19 Merek Hadir dan Pemprov Jabar Beri Diskon Pajak Kendaraan

Polemik Panic Buying

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X