Keunikan lainnya terletak pada penyajian dua jenis cakwe, yaitu cakwe basah yang lembut dan cakwe goreng kering yang tetap renyah meski terkena bubur panas.
Inovasi tersebut menjadi solusi agar tekstur pelengkap tetap crunchy. Tak heran jika ratusan porsi bubur dapat habis hanya dalam waktu sekitar empat jam.
2. Lontong Cibadak
Beralih ke kawasan Jalan Cibadak yang terkenal sebagai pusat kuliner wajib di Bandung. Jika malam dipenuhi jajanan, pagi hari kawasan ini identik dengan Lontong Cibadak.
Keistimewaan menu ini terletak pada kuah sambal oncom khas Bandung.
Oncom merah hasil fermentasi ampas tahu menghasilkan rasa umami yang khas dengan aroma yang kuat.
Kuah banjur, atau kuah siram dalam bahasa Sunda, memiliki tekstur cair dengan perpaduan rasa manis, gurih, dan pedas yang menggugah selera.
Lontong yang disajikan juga bukan lontong biasa, melainkan lontong isi dengan pilihan oncom, ayam, maupun kacang merah.
Sebagai pelengkap tersedia pastel legendaris berisi bihun dan sayuran yang semakin nikmat saat dicelupkan ke kuah oncom.
Perpaduan lontong lembut, kuah pedas manis, serta pastel renyah menjadi salah satu makanan khas Bandung yang banyak diburu saat pagi hari.
Baca Juga: 5 Tempat Makan Murah di Bandung yang Enak dan Selalu Ramai, Kuliner Favorit dengan Suasana Nyaman