Keunikan lainnya terletak pada penyajian dua jenis cakwe, yaitu cakwe basah yang lembut dan cakwe goreng kering yang tetap renyah meski terkena bubur panas.
Inovasi tersebut menjadi solusi agar tekstur pelengkap tetap crunchy. Tak heran jika ratusan porsi bubur dapat habis hanya dalam waktu sekitar empat jam.
Beralih ke kawasan Jalan Cibadak yang terkenal sebagai pusat kuliner wajib di Bandung. Jika malam dipenuhi jajanan, pagi hari kawasan ini identik dengan Lontong Cibadak.
Keistimewaan menu ini terletak pada kuah sambal oncom khas Bandung.
Oncom merah hasil fermentasi ampas tahu menghasilkan rasa umami yang khas dengan aroma yang kuat.
Kuah banjur, atau kuah siram dalam bahasa Sunda, memiliki tekstur cair dengan perpaduan rasa manis, gurih, dan pedas yang menggugah selera.
Lontong yang disajikan juga bukan lontong biasa, melainkan lontong isi dengan pilihan oncom, ayam, maupun kacang merah.
Sebagai pelengkap tersedia pastel legendaris berisi bihun dan sayuran yang semakin nikmat saat dicelupkan ke kuah oncom.
Perpaduan lontong lembut, kuah pedas manis, serta pastel renyah menjadi salah satu makanan khas Bandung yang banyak diburu saat pagi hari.
Baca Juga: 5 Tempat Makan Murah di Bandung yang Enak dan Selalu Ramai, Kuliner Favorit dengan Suasana Nyaman
Artikel Terkait
The Papandayan Hotel Bandung, Hotel Bintang 5 Tertua yang Masih Jadi Destinasi Wisata Penginapan Favorit
Senti Ristorante Bandung Kian Booming, Wisata Kuliner Italia yang Bikin Serasa Liburan ke Eropa
Hotel Savoy Homann Bandung, Hotel Bersejarah yang Pernah Jadi Tempat Menginap Delegasi KAA 1955
Jalan Asia Afrika Bandung, Wisata Malam Hits dengan Cosplayer Hantu Dekat Gedung Merdeka
Wisata Penginapan Bandung Murah, PRIME PARK Hotel Bandung Tawarkan Fasilitas Hotel Bintang 4
Rumah Makan Lumpia Semarang di Bandung, Obati Rindu Kuliner Khas Semarang yang Melegenda
Dimsum Sembilan Ayam, Wisata Kuliner Bandung dengan Dimsum Halal yang Selalu Ramai Pengunjung
The Jayakarta Suite Hotel Bandung Tawarkan Penginapan Nyaman dengan Fasilitas Lengkap di Kawasan Dago