Ketersediaan Pangan di Kabupaten Garut, Pj Bupati Garut Memastikan Ketersediaan Beras Aman Hingga Pasca Lebaran

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 5 Maret 2024 | 22:39 WIB
Bupati Garut Barnas Adjidin memantau ketersediaan beras di Gudang Bulog Kabupaten Garut, pada Selasa, 5 Maret 2024.   (Kominfo Garut)
Bupati Garut Barnas Adjidin memantau ketersediaan beras di Gudang Bulog Kabupaten Garut, pada Selasa, 5 Maret 2024. (Kominfo Garut)

 

 

Mediapriangan.com - Pada Selasa, 5 Maret 2024, Pj Bupati Garut Barnas Adjidin memantau ketersediaan beras di Gudang Bulog, Jalan Cimanuk, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Dalam kunjungannya tersebut, Pj Bupati Garut Barnas Adjidin memberikan penegasan bahwa pasokan beras di Kabupaten Garut akan tetap terjamin hingga setelah perayaan Lebaran.

Pj Bupati Garut Barnas Adjidin menegaskan bahwa tidak akan ada kekurangan pangan, terutama beras, mengingat perhitungan yang matang berdasarkan jumlah penduduk dan kebutuhan masyarakat Kabupaten Garut.

Baca Juga: Pemerintah Kabupaten Garut Resmi Menetapkan Kecamatan Tangguh Bencana Dalam Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana

Hal ini juga merupakan hasil kerjasama yang erat antara pihaknya, Bulog, dan pihak terkait lainnya.

"Kerja sama antara kami dengan Bulog, serta stakeholder lainnya. Bahkan, hari ini disaksikan langsung oleh Ibu Kajari bahwa stok beras di Kabupaten Garut akan terjamin hingga pasca perayaan Lebaran," ungkapnya.

Pimpinan Cabang Bulog Ciamis, Ashville Nusa Panata turut memberikan informasi bahwa stok beras di wilayah Priangan Timur, termasuk Kabupaten Garut, cukup stabil, mencapai sekitar 6 hingga 7 ribu ton.

Baca Juga: Unggul Dalam Pengelolaan Sampah dan Ruang Terbuka Hijau, Kota Tasikmalaya Raih Penghargaan Sertifikat Adipura 2023

Kabupaten Garut sendiri memiliki stok sebanyak 900 ton, dengan tambahan dua ribu ton beras sedang dalam perjalanan.

Menyikapi kelangkaan dan kenaikan harga beras, Ashville menjelaskan bahwa Bulog telah bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menangani masalah tersebut.

Faktor-faktor seperti cuaca yang tidak menentu, seperti El Nino tahun lalu, telah berdampak pada gagal panen dan pergeseran masa tanam, yang diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan Maret hingga April.

Baca Juga: Puncak Prestasi di Pengujung Masa Jabatan, Bupati Ciamis Raih Penghargaan Bergengsi Anugerah Adipura Kencana 2023

Bulog juga telah menerapkan berbagai program, seperti Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), yang telah didistribusikan ke pasar tradisional maupun retail binaan Bulog.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X