Ia mendorong seluruh OPD untuk segera beradaptasi dengan sistem baru ini demi memastikan aplikasi dapat digunakan secara optimal.
“Digitalisasi tidak hanya soal teknologi, tetapi juga perubahan budaya kerja. OPD harus menjadi motor penggerak dalam transformasi ini,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya menghargai sejarah melalui pengelolaan arsip yang baik.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati sejarahnya. Srikandi mempermudah kita dalam mengarsipkan jejak pendahulu secara baik dan rapi,” tutur Cheka.
Meski dampak lokal aplikasi ini terhadap lingkungan di Tasikmalaya belum dihitung secara rinci, Cheka optimis bahwa digitalisasi arsip akan membawa manfaat jangka panjang, baik bagi efisiensi pemerintahan maupun keberlanjutan lingkungan.
“Kita sedang mengkaji lebih jauh dampak lokalnya, tetapi ini adalah langkah awal menuju pemerintahan yang lebih ramah lingkungan,” jelasnya.
Cheka Virgowansyah berharap Srikandi dapat menjadi katalisator perubahan menuju pemerintahan yang modern, efisien, dan berkelanjutan.
Ia juga mengajak seluruh aparatur pemerintahan untuk mendukung langkah ini dengan semangat perubahan.
“Ini adalah momen penting untuk memperkuat komitmen kita dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Kota Tasikmalaya Raih Penghargaan Pemerintah Daerah Terinovatif dalam Penyelamatan Pangan 2024 dari Bapanas RI
Apel Besar Netralitas Pilkada 2024, Ini Pesan Penting Dr. Cheka Virgowansyah untuk 7.000 ASN Kota Tasikmalaya
Pengawasan Ketat Surat Suara Pilkada 2024 di Kota Tasikmalaya, KPU dan Aparat Pastikan Keamanan Logistik
Debat Perdana Pilwalkot Tasikmalaya 2024, Asep Rismawan : Adu Gagasan Lima Paslon untuk Masa Depan Kota Tasikmalaya
Diskominfo Kota Tasikmalaya Raih Penghargaan Konten Literasi Digital Teraktif dan Finalis Satu Data Jabar Award 2024
KPU Sukses Gelar Debat Pilwalkot Tasikmalaya 2024, Lima Paslon Beradu Gagasan dan Visi Misi untuk Kota Tasikmalaya