Wartawan Diusir dari Gedung Pemda Indramayu, PWI Duga Ada Upaya Membungkam Suara Kritis Pers!

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 18 Juli 2025 | 15:48 WIB
Sejumlah Ketua PWI Ciayumajakuning kompak kecam aksi pengusiran wartawan dari Gedung Pemkab Indramayu, nilai sebagai bentuk pembungkaman pers. (Promedia)
Sejumlah Ketua PWI Ciayumajakuning kompak kecam aksi pengusiran wartawan dari Gedung Pemkab Indramayu, nilai sebagai bentuk pembungkaman pers. (Promedia)

 

Mediapriangan.com - Keputusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu yang mengeluarkan surat resmi pengusiran terhadap organisasi wartawan dari gedung milik pemda menuai reaksi keras.

Para Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dari wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) menyatakan sikap tegas atas kebijakan yang dinilai merugikan kebebasan pers tersebut.

Ketua PWI Majalengka, Pai Supardi, menyebut pengusiran itu bukan hanya persoalan administrasi aset semata, tetapi sudah menyentuh soal prinsip dasar dalam kehidupan berdemokrasi.

Baca Juga: PWI dan AJI Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Jurnalis Juwita Asal Banjarbaru, Siapkan Pengacara untuk Kawal Kasus

Pai mengingatkan bahwa kehadiran wartawan selama ini menjadi bagian dari mitra strategis pemerintah.

"Ini bukan sekadar soal gedung. Ini soal cara pemerintah melihat pers. Kalau wartawan diperlakukan seperti ini, maka bisa dibaca sebagai upaya membungkam suara kritis publik," ujarnya.

Nada serupa juga disampaikan Ketua PWI Kuningan, Nunung Khazanah. Ia menilai langkah Pemkab Indramayu sebagai preseden buruk dalam relasi antara pemerintah daerah dan insan pers.

Baca Juga: Dewan Pers dan Komunitas Pers Menolak RUU Penyiaran yang Mengancam Independensi dan Profesionalisme Pers

Nunung khawatir, jika tindakan seperti ini dibiarkan, maka akan menjadi contoh buruk bagi daerah lain.

"Kalau ini dibiarkan, nanti semua pemerintah daerah yang merasa dikritik bisa main usir begitu saja. Padahal keberadaan organisasi wartawan itu sah dan fungsional untuk kepentingan masyarakat," ungkapnya.

Ketua PWI Kota Cirebon, Muhamad Alif Santosa, pun tak kalah geram.

Muhamad Alif menyayangkan sikap Pemkab Indramayu yang menurutnya sewenang-wenang dan tidak menunjukkan iktikad baik dalam menyelesaikan persoalan secara dialogis.

Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Terima Audiensi JPP Promedia, Bahas Sinergi Media dan Pemprov Jateng untuk Bangun Daerah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X