Meteor 5 Meter Diduga Melintas di Langit Cirebon, Dentuman Hebohkan Warga, BRIN Ungkap Fakta Mengejutkan

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 8 Oktober 2025 | 14:06 WIB
Menyoroti analisis dugaan fenomena meteor jatuh di wilayah Cirebon, pada Minggu, 5 Oktober 2025.  (Instagram.com/@t_djamal)
Menyoroti analisis dugaan fenomena meteor jatuh di wilayah Cirebon, pada Minggu, 5 Oktober 2025. (Instagram.com/@t_djamal)

Mediapriangan.com - Cahaya merah yang melintas di langit Cirebon pada Minggu, 5 Oktober 2025, masih menjadi topik panas di berbagai platform media sosial.

Dentuman keras yang terdengar bersamaan dengan munculnya cahaya oranye membuat warga panik dan bertanya-tanya mengenai penyebab fenomena itu.

Berbagai spekulasi pun bermunculan, mulai dari dugaan ledakan pabrik hingga teori benda luar angkasa.

Baca Juga: Fenomena Cahaya Merah Gegerkan Langit Cirebon, BRIN Sebut Meteor, Polisi Pastikan Hanya Nyala Lahan Tebu?

Namun, penjelasan ilmiah akhirnya datang dari peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, yang mengungkap bahwa dentuman tersebut diduga kuat disebabkan meteor besar yang melintas cepat di langit wilayah Cirebon hingga Kuningan.

Berdasarkan pantauan sensor getaran, benda langit itu diperkirakan berukuran antara 3 hingga 5 meter.

Meteor Melintas, Tak Menabrak Bumi

Thomas menjelaskan bahwa kesimpulan ini diperoleh dari analisis gabungan, termasuk suara dentuman, rekaman CCTV, dan laporan warga dari berbagai wilayah. Salah satunya dari Tasikmalaya, yang melaporkan penampakan bola api di langit barat daya.

Baca Juga: Fenomena Bola Api Terang di Langit Cirebon Hebohkan Warga, BRIN Pastikan Meteor Jatuh di Laut Jawa

“Berdasarkan fakta-fakta tersebut, saya menyimpulkan fenomena dentuman di Cirebon dan sekitarnya adalah meteor cukup besar yang melintas dari arah barat daya di selatan Jawa, lalu ke wilayah Kuningan dan Kabupaten Cirebon sekitar pukul 18.35–18.39 WIB,” jelas Thomas.

Meski menimbulkan gelombang kejut kuat yang terdengar puluhan kilometer, meteor tersebut kemungkinan besar terbakar habis di atmosfer dan tidak menabrak permukaan bumi.

Thomas memperkirakan jika ada fragmen, ukurannya sangat kecil dan jatuh di wilayah terpencil.

Baca Juga: Nelayan Cirebon Temukan Harta Karun Rp720 Miliar, Ribuan Keramik China Dinasti Tang Tersimpan di Laut Jawa

Pernah Terjadi di Bone

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X