Mediapriangan.com - Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) konsisten memberikan Anugerah Budaya Kota Tasikmalaya kepada para seniman dan budayawan yang dinilai berjasa dalam menjaga, mengembangkan, dan memperkaya khazanah seni serta kebudayaan daerah.
Anugerah Budaya merupakan ajang tahunan yang telah memasuki tahun ke-9 ini menjadi salah satu bentuk nyata apresiasi terhadap dedikasi para pelaku seni di berbagai bidang, mulai dari seni rupa, musik, sastra, hingga seni pertunjukan.
Ketua DKKT Bode Riswandi mengatakan, Anugerah Budaya merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi para seniman yang karya dan kiprahnya memberi dampak luas bagi masyarakat.
"Malam ini adalah malam anugerah budaya Kota Tasikmalaya ke-9. Dari tahun ke tahun kami memberikan penghargaan kepada para seniman yang jejak karyanya memberi inspirasi luar biasa,” ujar Bode.
Bode menjelaskan, proses penentuan penerima penghargaan dilakukan secara selektif oleh tim riset, dengan mempertimbangkan tujuh kriteria utama, yakni orisinalitas karya, dampak sosial, kontribusi kebudayaan, hingga keberlanjutan regenerasi seni.
"Dua penerima tahun ini merupakan hasil seleksi dari banyak nominasi. Dari sekian banyak nama, dikerucutkan menjadi dua seniman dengan kontribusi paling menonjol,” jelas Bode.
Sebagai bentuk dokumentasi perjalanan panjang penghargaan ini terang dia, DKKT juga meluncurkan buku berjudul Para Pengabdi Seni, yang memuat kisah dan kiprah para penerima Anugerah Budaya Kota Tasikmalaya.
Pada Anugerah Budaya Kota Tasikmalaya 2025, DKKT menganugerahkan penghargaan kepada dua sosok, yaitu Rukmini Yusuf, pelukis sekaligus putri maestro seni lukis Indonesia Affandi Koesoema.
Ia dikenal aktif menumbuhkan semangat seni rupa di Tasikmalaya dan menjadi inspirasi bagi banyak perupa muda di daerahnya.
Baca Juga: Malam Anugerah Budaya 2025, DKKT Rayakan Dedikasi dan Estafet Kepemimpinan Seni Kota Tasikmalaya
Jabo Widianto atau Wit Jabo, pendiri sekaligus penggerak Teater Dongkrak, seniman teater dan sutradara yang telah lama berkiprah di dunia seni panggung Indonesia. Teater yang ia pimpin dikenal sebagai kelompok yang membangkitkan kembali gairah teater di Tasikmalaya sejak dekade 1990-an.
Sebelumnya, pada Anugerah Budaya Kota Tasikmalaya 2024, DKKT memberikan penghargaan kepada, Godi Suwarna, budayawan sekaligus sastrawan Sunda yang diakui luas karena kiprahnya membawa sastra Sunda ke kancah nasional dan internasional.
Artikel Terkait
Raksa Budaya Santun Warnai HUT ke-24 Kota Tasikmalaya, Ini Jadwal Lengkap di 10 Kecamatan
Raksa Budaya Santun Hari Kedua Meriah di Bungursari, Jalan Santai Warnai Perayaan HUT ke 24 Kota Tasikmalaya
Semarak Raksa Budaya Santun di Cipedes, Wali Kota Tasikmalaya Ajak Warga Rayakan Hari Jadi ke 24 dengan Cinta
Ribuan Warga Kawalu Tumpah Ruah di Raksa Budaya Santun, Ada Momen Spesial di HUT ke 24 Kota Tasikmalaya!
Raksa Budaya Santun Tawang Jadi Sorotan HUT ke 24 Kota Tasikmalaya, Momen Komeng Naik Si Layung
Ribuan Warga Padati Jalan Santai Raksa Budaya Santun Cibeureum, Warnai Semarak HUT ke 24 Kota Tasikmalaya
Meriah dan Penuh Kebersamaan, Hari Jadi ke-24 Kota Tasikmalaya di Mangkubumi Jadi Cerminan Semangat Raksa Budaya Santun
Di Tengah Hujan Deras, Warga Tamansari Penuhi Situ Cibeureum dalam Raksa Budaya Santun Kota Tasikmalaya