Mediapriangan.com - 120 bulan bukan waktu yang singkat bagi sebuah organisasi seni untuk tetap “ajeug” atau bertahan. Begitu pula perjalanan Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT), yang sejak kelahirannya terus melewati berbagai rintangan, konflik, hingga isu internal.
Namun semua tantangan tersebut justru diolah menjadi energi untuk tetap hidup, bertumbuh, dan semakin eksis di tengah masyarakat seni Kota Tasikmalaya.
Salah seorang tokoh yang telah menjadi “penghuni” DKKT selama satu dekade, Tatang Fahat mengungkapkan, perjalanan panjang bersama DKKT bukan sekadar sarat pengalaman, tetapi juga proses pendewasaan dalam berkesenian.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Tasikmalaya Tekankan Peran Vital Seniman dalam Pemilihan Ketua DKKT 2025-2030
Proses adu gagasan, perdebatan sehat, hingga berbagai pertunjukan melahirkan dialektika antara pengalaman personal dan pengalaman publik, yang memperkaya cara pandang pelaku seni terhadap posisi dan perannya di masyarakat.
Menurut pria yang memiliki nama Tatang Suprihatna Sumpena ini, DKKT harus terus mempertajam perannya sebagai fasilitator dan mitra seniman dalam merawat tradisi, kebudayaan, serta berbagai bentuk kesenian.
"Rumah besar ini (DKKT, red), perlu adaptif menghadapi zaman, termasuk membangun jejaring dengan pemerintah, swasta, hingga jejaring internasional melalui pendekatan kekaryaan yang kuat," kata Tatang yang kini menjabat sebagai Ketua DKKT, Senin (24/11/2025).
Ia melanjutkan, pemanfaatan teknologi, digital platform, dan media sosial menjadi keniscayaan untuk membuka ruang baru bagi seniman Tasikmalaya agar lebih dikenal luas.
"Berbagai keraguan dan kecurigaan terhadap perjalanan DKKT selama ini terjawab oleh karya-karya yang mendapat respons positif dari publik,” ujar Tatang.
"Itulah yang mendorong saya untuk terus berkecimpung di DKKT, sebagai rumah besar yang harus dijaga dan dihidupi bersama, bukan dengan intrik, tetapi dengan kolaborasi," sambungnya.
Tatang menegaskan, DKKT harus mampu menjadi etalase sekaligus laboratorium seni yang melahirkan karya-karya beridentitas Tasikmalaya.
Artikel Terkait
DKKT Siap Gelar Gempungan Seniman 2025, Pemilihan Ketua Baru Jadi Momen Penentuan Masa Depan Seni Kota Tasikmalaya
Meriah, Penutupan Raksa Budaya Santun di Purbaratu Warnai Akhir Rangkaian HUT ke-24 Kota Tasikmalaya
Malam Anugerah Budaya 2025, DKKT Rayakan Dedikasi dan Estafet Kepemimpinan Seni Kota Tasikmalaya
Dicky Chandra Hadiri Anugerah Budaya Kota Tasikmalaya 2025, Malam Puncak Penghormatan bagi Para Maestro Seni
Rukmini Yusuf dan Teater Dongkrak Raih Anugerah Budaya 2025, Jejak Panjang Dedikasi Seni di Kota Tasikmalaya
Apresiasi Anggota DPRD Kepler Sianturi, DKKT Konsisten Jaga Denyut Seni dan Budaya Kota Tasikmalaya