Satu Dekade DKKT, Menjaga Napas Kesenian Tasikmalaya di Tengah Badai Tantangan

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Senin, 24 November 2025 | 17:08 WIB
Tatang Fahat menegaskan satu dekade perjalanan DKKT sebagai ruang kolaborasi dan laboratorium seni yang terus menguatkan ekosistem kesenian di Kota Tasikmalaya. (Foto: Hendra C)
Tatang Fahat menegaskan satu dekade perjalanan DKKT sebagai ruang kolaborasi dan laboratorium seni yang terus menguatkan ekosistem kesenian di Kota Tasikmalaya. (Foto: Hendra C)

 

Mediapriangan.com - 120 bulan bukan waktu yang singkat bagi sebuah organisasi seni untuk tetap “ajeug” atau bertahan. Begitu pula perjalanan Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT), yang sejak kelahirannya terus melewati berbagai rintangan, konflik, hingga isu internal.

Namun semua tantangan tersebut justru diolah menjadi energi untuk tetap hidup, bertumbuh, dan semakin eksis di tengah masyarakat seni Kota Tasikmalaya.

Salah seorang tokoh yang telah menjadi “penghuni” DKKT selama satu dekade, Tatang Fahat mengungkapkan, perjalanan panjang bersama DKKT bukan sekadar sarat pengalaman, tetapi juga proses pendewasaan dalam berkesenian.

Baca Juga: Wakil Wali Kota Tasikmalaya Tekankan Peran Vital Seniman dalam Pemilihan Ketua DKKT 2025-2030

Proses adu gagasan, perdebatan sehat, hingga berbagai pertunjukan melahirkan dialektika antara pengalaman personal dan pengalaman publik, yang memperkaya cara pandang pelaku seni terhadap posisi dan perannya di masyarakat.

Menurut pria yang memiliki nama Tatang Suprihatna Sumpena ini, DKKT harus terus mempertajam perannya sebagai fasilitator dan mitra seniman dalam merawat tradisi, kebudayaan, serta berbagai bentuk kesenian.

"Rumah besar ini (DKKT, red), perlu adaptif menghadapi zaman, termasuk membangun jejaring dengan pemerintah, swasta, hingga jejaring internasional melalui pendekatan kekaryaan yang kuat," kata Tatang yang kini menjabat sebagai Ketua DKKT, Senin (24/11/2025).

Tatang Pahat (tengah) saat terpilih sebagai Ketua DKKT periode 2025–2030 pada gelaran Gempungan Seniman, Sauyunan Sabilulungan di Hotel City Tasikmalaya, Sabtu, 22 November 2025.
Tatang Pahat (tengah) saat terpilih sebagai Ketua DKKT periode 2025–2030 pada gelaran Gempungan Seniman, Sauyunan Sabilulungan di Hotel City Tasikmalaya, Sabtu, 22 November 2025. (Foto: Hendra C)

Ia melanjutkan, pemanfaatan teknologi, digital platform, dan media sosial menjadi keniscayaan untuk membuka ruang baru bagi seniman Tasikmalaya agar lebih dikenal luas.

"Berbagai keraguan dan kecurigaan terhadap perjalanan DKKT selama ini terjawab oleh karya-karya yang mendapat respons positif dari publik,” ujar Tatang.

"Itulah yang mendorong saya untuk terus berkecimpung di DKKT, sebagai rumah besar yang harus dijaga dan dihidupi bersama, bukan dengan intrik, tetapi dengan kolaborasi," sambungnya.

Baca Juga: Menutup Periode Kepemimpinan, Ketua DKKT Bode Riswandi Gelar Anugerah Budaya dan Siapkan Gempungan Seniman 2025

Tatang menegaskan, DKKT harus mampu menjadi etalase sekaligus laboratorium seni yang melahirkan karya-karya beridentitas Tasikmalaya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X