Guru Tapsel Sumbangkan 7500 Meter Tanah untuk Sekolah, Kisah Nur Ali Usai Banjir Bandang Jadi Sorotan

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 21 Januari 2026 | 11:06 WIB
Guru Tapsel Nur Ali hibahkan 7500 meter tanah demi sekolah pascabanjir bandang, wujud kepedulian pada masa depan pendidikan. (Dok. Kemenag)
Guru Tapsel Nur Ali hibahkan 7500 meter tanah demi sekolah pascabanjir bandang, wujud kepedulian pada masa depan pendidikan. (Dok. Kemenag)

 

TAPSEL, Mediapriangan.com - Linimasa media sosial diramaikan oleh kisah inspiratif seorang Guru Tapsel bernama Nur Ali yang menghibahkan 7500 meter tanah untuk pembangunan sekolah di Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Aksi tersebut mencuri perhatian publik di tengah pemulihan wilayah dari bencana banjir bandang.

Sebagaimana diketahui, wilayah Tapanuli Selatan menjadi salah satu daerah terdampak banjir bandang pada akhir November 2025. Di tengah kondisi itu, langkah Nur Ali sebagai Guru Tapsel dinilai memberi harapan baru bagi dunia pendidikan setempat.

Baca Juga: Jalan Putus dan Desa Terisolir di Aceh Tengah, Relawan Ungkap Perjalanan Ekstrem Kirim Bantuan

Kisah hibah 7500 meter tanah tersebut pertama kali ramai diperbincangkan setelah diunggah akun Instagram @folkative pada Rabu, 21 Januari 2026.

Unggahan yang menyoroti perjuangan Nur Ali membangun sekolah itu telah disukai lebih dari 120 ribu pengguna media sosial.

"Nur Ali, Guru yang hibahkan 7500 m2 tanahnya untuk bangun sekolah," tulis akun Instagram @folkative.

Ribuan komentar pun membanjiri unggahan tersebut. Banyak warganet menyampaikan doa dan apresiasi atas ketulusan Guru Tapsel itu dalam mendukung pendidikan.

Baca Juga: Bupati Tasikmalaya Curhat ke Wapres Gibran, Stadion Mangkrak, Pasar Padakembang, hingga Stasiun Rajapolah

"Semoga dibalas pahala yang berlimpah, dan doa dari semua orang yang terbantu nantinya," ungkap warganet dengan akun @ariefmohamad99.

"Sehat-sehat selalu, Bu. Berkah senantiasa mengiringi perjalanan hidupmu," tutur akun @shandra.sp.

Pengalaman hidup Nur Ali turut membentuk tekadnya. Ia pernah bekerja di berbagai tempat, termasuk Arab Saudi, yang membuatnya semakin menyadari pentingnya pendidikan, khususnya pendidikan agama melalui sekolah berbasis madrasah.

Baca Juga: Wapres Gibran Apresiasi Inovasi AI dan Robotik Santri Cipasung Tasikmalaya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X