Kehadiran tokoh budaya seperti Ki Arya Sancang dari Pupuhu Sancang Kelana Ngabuana turut memberikan bobot emosional, di mana beliau menitipkan pesan mendalam agar kemajuan pariwisata tidak melunturkan nilai-nilai budaya yang menjadi jati diri masyarakat.
Baca Juga: Dua Wanita di Lebak Diduga Lakukan Sumpah Menginjak Al-Qur’an, Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif
Kesuksesan Festival Seni Budaya dan Wisata Sayang Heulang ini diharapkan menjadi titik balik bagi wisata Garut Selatan untuk bersaing di tingkat nasional.
Dengan memadukan pameran potensi lokal dan pertunjukan seni, kawasan Sayang Heulang kini memantapkan posisinya sebagai destinasi unggulan yang mengedepankan kearifan lokal di tengah arus modernisasi pariwisata.
Melalui keberlanjutan Festival Seni Budaya dan Wisata Sayang Heulang, masa depan wisata Garut Selatan diharapkan dapat dikelola lebih profesional dengan tetap menjaga kelestarian ekosistem dan adat istiadat setempat.***
Artikel Terkait
Jadwal Film Bioskop Hari Ini di Tasik XXI Plaza Asia dan Transmart, Cek Pilihan Tayang Sabtu 11 April 2026
Kolaborasi Pemerintah Kabupaten Ciamis dan TNI Tuntaskan TMMD ke-126, Desa Sukamulya Kini Miliki Sanitasi Layak
Ubah Strategi Teguran, Cara Unik Kepala Sekolah Ini Berhasil Tingkatkan Standar Konsumsi Siswa
Plesetan Kreatif Berujung Viral, Cerita di Balik Lapak Makan Murah Pakai Nama MBG dan Logo BGN di Jakarta Selatan
Geger Isu Proyek 20.600 Unit Truk Kopdes Merah Putih Senilai Rp10,83 Triliun Muncul di Tengah Polemik Motor MBG
Gresik Phonska Plus Bungkam Jakarta Popsivo Polwan, Amankan Puncak Klasemen Final Four Proliga 2026 Putri